Gus Jazil: Calon Kepala Daerah Harus Menerapkan Protokol Kesehatan Dalam Setiap Tahapan Pilkada

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, di Komplek Gedung MPR/DPR RI, Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2020.

    Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, di Komplek Gedung MPR/DPR RI, Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2020.

    INFO NASIONAL - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 hingga saat ini belum bisa diatasi dan dikendalikan penularannya. Pandemi yang terjadi telah mengganggu seluruh proses kehidupan masyarakat termasuk pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2020.

    Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid, di tengah-tengah acara HUT MPR ke-75, Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, 29 Agustus 2020 mengatakan kepada wartawan pekan depan tahapan Pilkada sudah mulai masuk pada tahap pendaftaran calon kepala daerah. “Jadi proses Pilkada sudah berjalan,” ujarnya. Dirinya gembira proses demokratisasi berjalan di daerah mulai dari kabupaten, kota, hingga provinsi.

    Namun, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu khawatir dengan semakin tingginya angka penularan Covid-19. “Angka penularan merangkak naik atau semakin tinggi. Klaster baru bermunculan,” ujarnya. Di Bekasi, Jawa Barat, pada 27 Agustus 2020, muncul klaster baru Covid-19 di Kawasan Industri Cikarang. Tujuh puluh satu karyawan salah satu industri otomotif positif Covid-19.

    Akibat yang demikian di berapa kota dan daerah melakukan kembali pengetatan aktivitas masyarakat. Di Jakarta, PSBB transisi diperpanjang. Di Kota Bogor, Jawa Barat, diberlakukan jam malam. Apa yang terjadi itu menurut Jazilul Fawaid sebagai sesuatu yang mengancam kesehatan masyarakat.

    Bila penularan Covid-19 masih tinggi, pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu khawatir pada perkembangan hari-hari berikutnya. “Saya khawatir pada Pelaksanaan Pilkada pada bulan Desember bila penularan belum turun,” tuturnya.

    Dirinya menyebut Pilkada yang digelar di tengah pandemi perlu kajian lebih komprehensif memastikan Pilkada dapat terlaksana pada 9 Desember.

    Menurut pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu dalam suasana yang normal, sejak proses pendaftaran calon kepala daerah, sudah terjadi keramaian dan kerumunan massa yang jumlahnya hingga ratusan orang.

    “Saat calon yang diusung dan didaftarkan ke KPUD, tim sukses sudah menggelar keramaian seperti karnaval dan iring-iringan budaya daerah dan musik,” katanya. Bila hal ini dilakukan dalam suasana pandemi, Jazilul Fawaid khawatir klaster baru Covid-19 muncul.

    Untuk itu, dirinya menegaskan dalam setiap tahapan Pilkada, agar seluruh tahapan dibarengi dan dikawal dengan protokol kesehatan yang ketat. Harus disediakan fasilitas kesehatan sesuai dengan standar yang ada. 

    Tak hanya itu, calon kepala daerah dan tim sukses, tidak hanya berkampanye atas program-programnya namun juga terus mengingatkan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjalankan kehidupan yang sehat.

    “Calon kepala daerah juga harus mendorong kepada masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan sehingga semuanya tetap sehat hingga selepas Pilkada dan seterusnya,” ucapnya.

    Terpenting menurut Gus Jazil yaitu adanya penghitungan secara tepat agar partisipasi masyarakat tetap optimal. "Pilkada Pesta Demokrasi, Partisipasi Rakyat Harus Diutamakan," kata Gus Jazil.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.