Tambang Timah di Bangka Tengah Longsor, 6 Penambang Tewas Terkubur Hidup-hidup

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    TEMPO.CO, Bangka Tengah - Enam orang penambang timah ilegal  tewas akibat terkubur hidup-hidup dalam kecelakaan tambang di Provinsi Bangka Belitung, hari ini, Sabtu, 29 Agustus 2020.

    Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Sarang Ikan, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk, Kabupaten Bangka Tengah.

    Sumber Tempo di lokasi kejadian mengatakan pada saat kejadian ada 10 orang yang berada di penambangan. Enam orang terkubur hidup-hidup, sedangkan empat lainnya berhasil menlamatkan diri. 

    "Satu alat berat jenis escavator merek Hitachi juga ikut tertimbun," ucapnya kepada Tempo.

    Kapolres Bangka Tengah Ajun Komisaris Besar Slamet Ady Purnomo membenarkan peristiwa tersebut.

    "Ada tiga orang yang belum ditemukan," ujar dia.

    Dia menyebutkan bahwa tiga korban tewas yang sudah ditemukan asdalah Heri, 35 tahun, warga Lubuk Pabrik, Bangka Tengah; Sugeng (34) warga Gedung Harapan, Lampung Utara; dan Herry (30) warga C2 Desa Lubuk Pabrik.

    "Semuanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Slamet.

    Penambang yang belum ditemukan adalah Yanto (36) warga Gedung Harapan, Lampung Utara; Aldi (26) warga Desa Batu Beriga; dan Dedi (28) warga Desa Lubuk Besar.

    Slamet menuturkan bahwa pemilik tambang adalah pengusaha timah asal Lubuk Besar, Firman.

    Para penambang tadi tertimpa tanah saat berada di dalam lubang sedalam 12 meter. Diperkirakan lebih dari 50 kubik tanah longsor menimpa mereka ketika mencari timah.

    Menurut Slamet, saat ini polisi sudah berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi para korban tertimbun tambang timah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.