Golkar Akui Banyak Berkoalisi dengan PDIP di Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyerahkan SK dukungan terhadap Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution pada Pilkada 2020, di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa, 18 Agustus 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyerahkan SK dukungan terhadap Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution pada Pilkada 2020, di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa, 18 Agustus 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan bahwa partainya banyak berkoalisi dengan partai lain di Pilkada 2020. Mulai dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, hingga Partai Keadilan Sejahtera.

    "Hampir semua partai kami bekerja sama. Yang terbanyak salah satunya dengan PDIP," kata Airlangga usai memberi Bimbingan Teknis Pilkada Serentak 2020 bagi pimpinan DPRD dan Ketua Fraksi Partai Golkar, di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Sabtu, 29 Agustus 2020.

    Sejauh ini, nama yang paling menonjol dari dua kader PDIP yang juga didukung Golkar adalah Bobby Nasution dan Gibran Rakabuming Raka. Bobby yang merupakan menantu dari Presiden Joko Widodo, maju sebagai calon Wali Kota di Medan, sedangkan Gibran yang merupakan anak pertama Jokowi, maju di Solo.

    Airlangga mengatakan dukungan terhadap Bobby dan Gibran, merupakan salah satu bentuk kaderisasi Partai Golkar. Ia mengatakan saat ini Golkar telah menyelesaikan daftar rekomendasi terhadap calon di 270 daerah.

    "Mungkin sekitar 20 persen kader milenial yang dicalonkan oleh Partai Golkar," kata Airlangga.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto juga mengatakan bahwa Golkar menjadi partai yang paling banyak bersama-sama PDIP mengusung calon yang sama. Hasto menuturkan koalisi dengan Golkar terjadi di 46 daerah, Partai Kebangkitan Bangsa (37 daerah), Partai Amanat Nasional (34 daerah), Gerindra (33 daerah), Partai Demokrat (32 daerah), Partai Persatuan Pembangunan (19 daerah), dan PKS (13 daerah).

    Hasto menjelaskan, gambaran kerja sama dengan sejumlah partai politik itu sesuai dengan sejarah bangsa Indonesia dibentuk. "Sehingga pemahaman sejarah bagi PDI Perjuangan juga tidak pernah berubah. Meskipun demikian, sesuai dengan fungsi utama partai, maka partai selalu mengedepankan proses kaderisasi yang berlangsung secara sistemik," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.