PKS Putuskan Abstain di Pilkada Solo karena Tak Ada Calon Alternatif

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kanan) dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020. Pertemuan tersebut untuk bersilaturahim dengan pengurus DPP PKS dan membahas isu-isu kebangsaan serta Pilkada serentak 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kanan) dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020. Pertemuan tersebut untuk bersilaturahim dengan pengurus DPP PKS dan membahas isu-isu kebangsaan serta Pilkada serentak 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohammad Sohibul Iman, mengatakan dalam Pilkada Solo 2020 partainya memilih abstain. Alasannya PKS tak kunjung menemukan calon alternatif di luar putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

    "Memang sampai hari ini dari DPD Solo mereka katakan berikhtiar untuk menghadirkan calon lain, tapi dari semua ikhtiar yang dilakukan mereka menyimpulkan mereka ingin abstain," kata Sohibul dalam konferensi pers di Gedung DPP PKS, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020.

    Meski di Pilkada Solo diikuti oleh pasangan calon independen, Sohibul mengatakan partainya tidak ingin memberikan dukungan. "Ya kan kalau independen memang tidak perlu dukungan atau usungan partai kan," ucap dia.

    Menurut Sohibul, keputusan abstain di Pilkada Solo lantaran semua partai politik yang memiliki kursi DPRD Solo telah mengusung Gibran Rakabuming. Sedangkan kursi PKS di DPRD tidak cukup untuk bisa mengajukan calon sendiri meski berada di urutan kedua peraih suara terbanyak dalam Pileg 2019.

    Dari 45 kursi DPRD Kota Solo, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menguasai 30 kursi. Di posisi kedua ada PKS dengan 5 kursi, posisi ketiga ditempati Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Amanat Nasional dengan masing-masing 3 kursi, serta 1 kursi terakhir dipegang oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Adapun syarat administrasi untuk bisa mengajukan pasangan calon adalah partai atau gabungan partai harus memiliki minimal 20 persen kursi DPRD atau minimal 9 kursi untuk Pilkada Solo.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.