Masuk 10 Besar Survei Pilpres 2024, Tri Rismaharini: Saya Tidak Pernah Bermimpi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Jatim Tri Rismaharini (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

    Wali Kota Surabaya, Jatim Tri Rismaharini (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menanggapi pernyataan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang menyebut dari hasil survei elektabilitas beberapa kepala daerah, nama Risma masuk 10 besar calon Presiden pada Pilpres 2024.

    Ia menyatakan tidak pernah bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang presiden sebab menjadi wali kota tanggung jawabnya sangat berat, apalagi seorang presiden yang memimpin seluruh Nusantara. Hal ini, kata dia, seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab terhadap rakyatnya, tetapi juga Tuhan Yang Maha Esa.

    "Saya tidak pernah bermimpi, bahkan ketika jadi Wali Kota Surabaya tak pernah berani membayangkan. Karena tanggung jawabnya berat, bukan hanya di dunia ini. Karena saya harus pertanggungjawabkan itu di hadapan Tuhan," katanya di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam Surabaya, Jumat 28 Agustus 2020.

    Untuk itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini kembali menegaskan bahwa selama ini tidak pernah membayangkan ingin maju sebagai presiden, apalagi menginisiasi survei elektabilitas Calon Presiden RI. Menurut dia, daripada menyuruh orang membuat survei, lebih baik uang tersebut untuk membantu keluarga atau anak-anak kurang mampu.

    "Saya tahu siapa saya, dan saya tidak mungkin kuat buat bayarin untuk membuat survei dan sebagainya, tidak mungkin. Saya tidak punya kapasitas keuangan untuk melakukan survei atau niatan apa itu, yang jelas jauh dijangkauan saya dan saya sadar siapa saya," kata Wali Kota Risma kepada wartawan

    Pernyataan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan sosialisasi empat pilar bersama Wali Kota Risma di Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Kamis 27 Agustus.

    Saat itu, Bambang menyatakan banyak kemajuan pesat di Surabaya yang dimonitornya dari Jakarta. Bahkan, ketika pandemi menyerang, harga properti di seluruh Indonesia jatuh namun Kota Surabaya secara ekonomi masih tetap bertahan.

    Menariknya, dalam momen itu, Bambang juga mengatakan bahwa dalam survei elektabilitas yang terdiri atas beberapa kepala daerah, Wali Kota Surabaya Risma masih terus berada dalam 10 besar calon presiden pada tahun 2024.

    "Wali Kota Risma sampai hari ini masih terus bertengger di 10 besar calon presiden pada tahun 2024," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.