Bagikan Banpres Produktif, Jokowi: Semua Jurus Atasi Dampak Covid-19 Dikeluarkan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo mengukuhkan para pelajar SMA yang menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2020 di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2020. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo mengukuhkan para pelajar SMA yang menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2020 di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2020. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengklaim bahwa pemerintah telah mengeluarkan semua jurus untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, khususnya dampak ekonomi.

    "Pemerintah telah keluarkan semua jurus. Ada yang namanya BLT dana desa, ada bansos tunai, subsidi listrik, bantuan sembako, subsidi bunga, kemarin juga sudah kami keluarkan subsidi gaji, sekarang kami berikan banpres produktif," ujar Jokowi saat membagikan Banpres Produktif di Yogyakarta, Jumat, 28 Agustus 2020.

    Banpres produktif ini melengkapi rangkaian bantuan pemerintah sebelumnya. Untuk tahap awal, bantuan ini telah disalurkan pada 1 juta usaha mikro kecil (UMK), yang selanjutnya ditargetkan menjangkau 12 juta UMK.

    Pencairan banpres produktif untuk 1 juta UMK itu senilai Rp2,4 triliun, dengan perincian melalui BNI sebanyak 316.472 penerima dengan nilai Rp759,5 miliar dan melalui BRI sebanyak 683.528 penerima dengan nilai Rp1,64 triliun.

    Banpres produktif diberikan senilai Rp2,4 juta untuk setiap UMK. Pemerintah pun menganggarkan Rp28,8 triliun untuk program tersebut, yang diperkirakan mampu menjangkau sekitar 12 juta UMK. Jokowi berharap, semua bantuan tersebut dapat membantu menggerakkan perekonomian di kuartal III 2020 ini.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.