Selasa, 22 September 2020

Memanfaatkan Gawai untuk Sarana Penunjang Belajar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Memanfaatkan Gawai untuk Sarana Penunjang Belajar.

    Memanfaatkan Gawai untuk Sarana Penunjang Belajar.

    INFO NASIONAL -- Masa pandemi membawa perubahan signifikan dalam berbagai sisi kehidupan termasuk pendidikan. Untuk menghindari risiko penyebaran Covid-19, murid-murid untuk sementara waktu tidak bisa melakukan proses pembelajaran secara tatap muka di sekolah.

    Selain itu, di lingkungan rumah mereka juga tidak lagi bebas bermain dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Kegiatan luar rumah juga tidak bisa lagi dilakukan. Bagi anak-anak, termasuk usia dini, ini merupakan problema tersendiri karena berdiam di rumah dapat menimbulkan kebosanan tersendiri. Akibatnya, tidak jarang akhirnya mereka mengalihkan perhatian pada gawai untuk menggantikan aktivitas saat sebelum pandemic.

    “Semenjak pandemi, otomatis di rumah saja, jadi main gadget-nya menjadi lebih sering,” ujar Ni Luh Putu Eka Widhi Artini, orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bali, di sesi webinar Kelas Orang Tua Berbagi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, awal Agustus lalu.

    Orang tua khawatir dengan lekatnya anak-anak pada gawai pintar tersebut. Di sosial media atau mesin pencari, banyak ditemukan informasi mengenai dampak negatif penggunaan gawai pada anak.

    Eka mengakui dia pun mengalami kekhawatiran serupa. Terkadang anaknya yang asyik dengan gawai, tidak menyahut bila dipanggil atau malah menolak untuk tidur siang. Hingga pada satu titik Eka mengambil handphone yang biasa digunakan anaknya. “Awalnya susah, merengek, lama-kelamaan anak saya menyadari juga bahwa ada jam batasannya, saat dia harus memegang hape dan saatnya berhenti,” katanya.

    Di sisi lain, gawai juga memberi banyak hal positif, jika digunakan sebagaimana mestinya. Kecanggihan teknologi pada gawai bermanfaat untuk banyak hal termasuk untuk media pembelajaran. Di masa pandemi seperti saat ini, gawai menjadi sarana yang berguna dalam berbagai proses pembelajaran baik bagi anak, guru, dan orang tua.

    Kesukaan anak pada gadget bisa dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran atau pencarian informasi untuk kegiatan sehari-hari. Eka bersama anaknya mencari informasi di Youtube untuk aktivitas di rumah. “Dengan gawai, dia bisa searching apa yang dia ingin tahu, tapi tetap dalam pengawasan kita.” Adapun sisi positif yang diperoleh anaknya dari penggunaan gawai yakni kemampuan berhitung, kreativitas, dan lain-lain.

    Dalam pandangan Eka, orangtua berperan penting untuk melakukan lontrol, pemantauan, dan dukungan pada anak. “Sebisa mungkin dampingi anak saat mengerjakan tugas atau menggunakan gawai karena umur anak masih kecil dan masih perlu pengawasan dari orang tua,” katanya.

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengingatkan pada pendidikan anak usia dini, pemanfaatan gawai adalah untuk orang tua, bukan untuk anak. Pemanfaatan gawai adalah untuk sarana komunikasi anak dan orang tua dengan guru PAUD dan teman-teman anak.“Pemanfaatan gawai juga sebagai mencari ide tentang kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan oleh anak sendiri dan dengan orang tua yang menstimulasi perkembangan anak,” kata Harris Iskandar, Widyaprada Ahli Utama, yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen PAUD dan Dikdasmen.

    Gawai juga dimanfaatkan untuk sarana penunjang belajar seperti pengembangan bahasa melalui dongeng atau film, pengenalan profesi, dan memasak. Melalui gawai juga disediakan aplikasi atau program dukungan bagi orang tua seperti Paudpedia, Anggun, Sahabat Keluarga, Rumah belajar, dan masih banyak lagi.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.