Irjen Napoleon Penuhi Panggilan Bareskrim di Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. Kejaksaan Agung mengeksekusi buron hak tagih Bank Bali, Djoko akan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba cabang Mabes Polri terkait kasus Bank Bali. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung memvonis Djoko 2 tahun penjara. TEMPO/Subekti.

    Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. Kejaksaan Agung mengeksekusi buron hak tagih Bank Bali, Djoko akan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba cabang Mabes Polri terkait kasus Bank Bali. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung memvonis Djoko 2 tahun penjara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal atau Irjen Napoleon Bonaparte hadir memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri hari ini, 28 Agustus 2020.

    Irjen Napoleon hadir mengenakan seragam polisi lengkap dan didampingi oleh kuasa hukumnya, Putri Maya. Dalam agenda hari ini, Napoleon bakal diperiksa sebagai saksi untuk ketiga tersangka lainnya, yakni Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo, Tommy Sumardi, dan Djoko Tjandra, terkait perkara dugaan gratifikasi penghapusan red notice.

    Namun, ia irit bicara saat ditanya sejumlah wartawan. "Sehat," ujar Napoleon.

    Senada dengan Irjen Napoleon, Putri Maya juga tak berkomentar banyak. "Soal materi belum bisa dijawab karena kami juga belum tahu agendanya. Baru hanya mengambil keterangan saksi dari bapak saja," ucap dia.

    Dalam perkara red notice Djoko Tjandra, Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo sebagai penerima suap. Sedangkan Tommy Sumardi dan Djoko Tjandra sebagai tersangka pemberi suap.

    Namun polisi hanya menahan Brigjen Prasetijo dan Djoko Tjandra. Sedangkan untuk Tommy dan Napoleon, tidak dilakukan penahanan lantaran penyidik menilai keduanya kooperatif.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.