Pengurus Daerah Absen, PDIP Tunda Pengumuman Pilkada Surabaya

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Pertahanan Keamanan Puan Maharani dalam acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Pertahanan Keamanan Puan Maharani dalam acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - DPP PDIP kembali menunda pengumuman pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya. Alasannya dalam acara pengumuman calon kepala daerah gelombang ke-IV yang berlangsung hari ini secara virtual, perwakilan DPD PDIP Jawa Timur atau DPC Kota Surabaya tidak terlihat.

    "Ini sudah ada suratnya namun karena belum tersambung nanti akan diumumkan pada waktu yang akan ditentukan kembali," kata Ketua DPP PDIP Bidang Politik, Puan Maharani, Jumat, 28 Agustus 2020.

    Dalam setiap pengumuman calon kepala daerah, operator zoom DPP PDIP memang menampilkan sambungan video dari masing-masing DPD atau DPC. Namun giliran tiba Kota Surabaya tidak ada sambungan video dari DPD PDIP Jawa Timur.

    Puan Maharani berkali-kali menanyakan apakah pengurus DPD PDIP Jawa Timur atau DPC PDIP Kota Surabaya sudah tersambung atau belum. Namun tak kunjung ada jawaban yang pasti.

    Ketua DPR RI itu mengatakan pihaknya sudah memiliki nama kandidat yang akan mereka usung. "Sebagai informasi PDIP siap untuk maju di Kota Surabaya," tuturnya sambil menunjukkan amplop surat rekomendasi untuk Pilkada Surabaya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.