SAFEnet Sebut Serangan Siber ke Jurnalis dan Aktivis Terarah dan Sistematis

Perwakilan Aliansi SAFEnet saat akan memberikan kotak berisi surat teguran untuk Kemenkominfo Republik Indonesia pada aksi solidaritas di depan Kementerian Informatika dan Komunikasi di Jl Tanah Merdeka, Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Damar Juniarto, mengatakan ada ancaman digital yang terarah dan sistematis terhadap kelompok berisiko, yakni jurnalis, akademikus, dan aktivis. Berdasarkan pengaduan yang diterima pihaknya, kata dia, belakangan ini serangan digital ke kelompok berisiko semakin banyak.

"Ini kami bedakan dengan laporan lain karena serangan berbasis gender atau persekusi online terjadi dengan pola berbeda. Sementara ini, ada periode tertentu dan serangan tertuju yang ada motif politik," katanya dalam diskusi Ngobrol @Tempo: Pembungkaman Kritik di Masa Pandemi, Kamis, 27 Agustus 2020.

Serangan siber yang terarah dan sistematis, menurut Damar, bisa terlihat dari sisi waktu dan momentum politik. Ia mencontohkan enam serangan pada Agustus ini terhadap situs media massa dan peretasan akun akademikus terjadi pada mereka yang kritis terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan covid-19.

"Klaster ini pernah didahului klaster lain, misal di September-Oktober 2019 ada serangan pada mereka yang kritis terhadap kebijakan revisi UU KPK," ucap dia.

Klaster lainnya adalah terkait kondisi di Papua. Pada Desember 2019-Juni 2020 terjadi 15 serangan siber yang menyasar pada tokoh-tokoh yang menyuarakan isu Papua. "Siapa yang ada di balik serangan tentu saja mereka yang berposisi berseberangan, Kami belum tahu siapanya tapi paling tidak mereka sedang bahagia karena seolah tidak ada upaya atau penangkapan terhadap tindakan kriminal itu, ini yang kami khawatirkan," tuturnya.

Damar berujar serangan pada kelompok berisiko ini berbahaya bagi iklim demokrasi. Pasalnya posisi mereka adalah menyeimbangkan sistem politik Indonesia agar menjadi sehat.

"Kalau ini digembosi, ini menjadi kekhawatiran terbesar. Kalau tidak ada rasa prihatin yang sama, maka kita membiarkan hanya ada satu kekuatan yang benar dan berujung pada tendensi otoriter," ujar Damar

Menurut Damar, serangan siber ke kelompok berisiko tidak bisa disamakan dengan yang menimpa masyarakat umum. "Karena jurnalis bekerja untuk publik. Ada kepentingan publik yang diperjuangkan, jadi kalau ada serangan tentu saja bukan serangan ke individu tapi serangan untuk membungkam demokrasi," katanya.

AHMAD FAIZ






KKJ: Peretasan terhadap Redaksi Narasi Adalah Pelanggaran HAM Serius

1 jam lalu

KKJ: Peretasan terhadap Redaksi Narasi Adalah Pelanggaran HAM Serius

KKJ menilai peretasan terhadap puluhan awak redaksi Narasi mengancam kebebasan pers.


Anggaran BSSN Naik 70 Miliar, PSI: Harus Transparan soal Rencana Kerja Keamanan Siber

22 jam lalu

Anggaran BSSN Naik 70 Miliar, PSI: Harus Transparan soal Rencana Kerja Keamanan Siber

Anggaran Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN mengalami kenaikan Rp 70 miliar di tengah maraknya peretasan. PSI berharap penggunaannya tepat sasaran


Redaksi Narasi Alami Serangan Digital, Pemred: Peretasan Dilakukan Serentak

1 hari lalu

Redaksi Narasi Alami Serangan Digital, Pemred: Peretasan Dilakukan Serentak

Awak media Narasi mengalami serangan digital berupa peretasan terhadap akun media sosial dan nomor WhatsApp mereka. Pelaku diduga orang yang sama.


Kejar Terus Bjorka, Polri: Timsus Bekerja Butuh Kecermatan dan Ketelitian

3 hari lalu

Kejar Terus Bjorka, Polri: Timsus Bekerja Butuh Kecermatan dan Ketelitian

Tim khusus masih mencari sosok di balik hacker Bjorka. Koordinasi dengan lembaga di luar negeri pun akan dilakukan.


Kejar Bjorka, Polri Baru Akan Kerja Sama dengan Pihak Luar Negeri

5 hari lalu

Kejar Bjorka, Polri Baru Akan Kerja Sama dengan Pihak Luar Negeri

Polri menyatakan tak menutup kemungkinan mereka bekerja sama dengan pihak lain di luar negeri untuk memburu peretas Bjorka.


UU Perlindungan Data Pribadi Disahkan, Efektifkah Menghilangkan Peretasan?

5 hari lalu

UU Perlindungan Data Pribadi Disahkan, Efektifkah Menghilangkan Peretasan?

Pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, sangsi UU Perlindungan Data Pribadi akan langsung menghilangkan peretasan.


UU PDP Disahkan, Lembaga PDP, BSSN dan Kominfo Diharapkan Bahu Membahu

5 hari lalu

UU PDP Disahkan, Lembaga PDP, BSSN dan Kominfo Diharapkan Bahu Membahu

Keberadaan UU PDP tidak akan mengurangi aksi peretasan secara langsung.


GTA 6 Bocor Besar-besaran: Ada Cuplikan Gameplay Perampokan, Lokasi Vice City

7 hari lalu

GTA 6 Bocor Besar-besaran: Ada Cuplikan Gameplay Perampokan, Lokasi Vice City

Bocoran GTA 6 sebelumnya mengklaim bahwa game tersebut telah dikembangkan sejak 2014.


5 Fakta Pemuda asal Madiun yang Dikira Hacker Bjorka

8 hari lalu

5 Fakta Pemuda asal Madiun yang Dikira Hacker Bjorka

Setelah ditangkap oleh pihak kepolisian pada 14 September 2022, Muhammad Agung Hidayatullah, tersangka kasus hacker Bjorka dilepaskan 16 September.


Memburu Bjorka, Menangkap Agung

8 hari lalu

Memburu Bjorka, Menangkap Agung

Polisi menangkap Agung yang dianggap sebagai membantu kejahatan. Pelaku utamanya, Bjorka, masih berkeliaran bebas.