Ingin Naikkan Usia Minimal Hakim MK, DPR: Agar Tak Jadi Loncatan Politik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung mengamati prasasti di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin, 10 Agustus 2020. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Seorang pengunjung mengamati prasasti di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin, 10 Agustus 2020. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah tengah membahas revisi Undang-undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Salah satu yang menjadi poin revisi adalah usia minimal dan usia pensiun hakim MK.

    Anggota Panitia Kerja RUU MK, Benny Kabur Harman mengusulkan agar usia minimal hakim MK dinaikkan menjadi 60 tahun. Usulan ini sama dengan yang dikemukakan oleh pengusul RUU MK, Ketua Badan Legislasi DPR Supratman Andi Agtas.

    “Kami minta 60 tahun batas usia minimal untuk calon hakim MK dan pensiun kalau sudah usia 70 tahun. Atau 55 tahun tapi syaratnya harus pengalaman bidang hukum dua puluh tahun,” kata politikus Demokrat ini kepada Tempo, Kamis, 27 Agustus 2020.

    Merujuk Undang-undang MK Nomor 24 Tahun 2003 yang berlaku saat ini, usia minimal hakim ialah 40 tahun. Namun sejumlah anggota Dewan berpendapat usia minimal calon hakim Mahkamah Konstitusi perlu dinaikkan dengan alasan hakim konstitusi haruslah seorang negarawan.

    Menurut Benny, selain persoalan kematangan, kenaikan usia juga agar jabatan hakim MK tidak menjadi batu loncatan untuk karir politik. “Alasannya agar lebih matang saja dan jadi hakim MK bukan stepping stone karir politik,” kata dia.

    Mantan hakim MK yang diketahui terjun ke politik ialah Mahfud Md., yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Namun Benny enggan menjawab lebih jauh saat ditanya ihwal ini. “He-he-he-he,” kata dia.

    Benny mengatakan RUU MK ini juga diperlukan untuk proses seleksi yang lebih transparan, akuntabel, dan kredibel. Ia berujar, tujuannya demi mendapatkan hakim MK yang pro pada nilai-nilai demokrasi, HAM, konstitusi, dan tata kelola. “Soal usia itu hanya soal kecil,” ujar Benny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.