Bareskrim Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Jaksa Pinangki dalam Kasus Djoko Tjandra

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Jaksa Pinangki saat menjadi ketua Bhayangkari Rejang Lebong, Bengkulu pada 2018. Saat ini, Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan Jaksa  tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan menerima suap sebesar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp 7,4 miliar. Instagram

    Foto Jaksa Pinangki saat menjadi ketua Bhayangkari Rejang Lebong, Bengkulu pada 2018. Saat ini, Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan Jaksa tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan menerima suap sebesar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp 7,4 miliar. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan penjadwalan ulang itu dilakukan atas permintaan Pinangki.

    "Yang bersangkutan minta dijadwalkan ulang," kata Awi kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2020.

    Awi mengatakan penyidik Bareskrim telah bertemu Pinangki di Rumah Tahanan Kejaksaan Agung. Akan tetapi, Pinangki meminta pemeriksaannya ditunda dengan alasan hari ini merupakan jadwal anaknya membesuk.

    Awi belum bisa memastikan kapan Pinangki akan diperiksa. "Nanti kami lihat tanggal berapa," kata dia.

    Pinangki seharusnya diperiksa oleh Bareskrim dalam kasus Djoko Tjandra hari ini. Penyidik Bareskrim telah mengantongi surat izin dari Jaksa Agung untuk melakukan pemeriksaan itu. Pemeriksaan dilakukan di Kejaksaan Agung.

    Dalam pelariannya, Djoko Tjandra diduga meminta bantuan kepada pihak di kepolisian dan kejaksaan untuk bisa terbebas dari vonis 2 tahun dalam perkara korupsi cessie Bank Bali. Di Polri, kasus Djoko menyeret Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo, dan Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte menjadi tersangka. Sedangkan di Kejaksaan Agung, Pinangki diduga menerima duit dari Djoko untuk mendapatkan fatwa bebas dari Mahkamah Agung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.