Polri Ungkap Sindikat Ekstasi yang Disamarkan dalam Paket Baju Pengantin

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti kasus 10 kilogram narkoba jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, pada Jumat, 1 Maret 2019.  Tempo/Adam Prireza

    Barang bukti kasus 10 kilogram narkoba jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, pada Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareksrim Polri menangkap sindikat pengedar narkotika jenis ekstasi jaringan Belanda-Makassar. Hal ini merupakan hasil kerja sama antara Bareskrim Polri, Ditjen Bea dan Cukai, serta Kementerian Hukum dan Ham.

    Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Komisaris Besar Wawan mengatakan Tim Subdit IV Dittipad Narkoba mendapatkan informasi akan ada pengiriman paket baju pengantin dari Belanda pada 31 Juli 2020.

    “Pengiriman tersebut melalui satu ekspedisi berisi baju pengantin, pelaku menyamarkannya dengan baju pengantin,” ujarnya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Agustus 2020.

    Dalam kasus tersebut, tim menangkap 4 tersangka. Pertama, HR alias A yang merupakan mantan anggota polisi. Kedua, SN alias DY sebagai Napi Rutan Makkasar.

    Selanjutnya, tersangka HS alias H dan H alias A yang merupakan Napi lapas Narkotika Sungguminasa.

    Menurut Kasubdit IV Tindak Pidana Narkotika Komisaris Gembong Yuda, terdapat dua kelompok yang teridentifikasi dalam kasus tersebut.

    Dia menyatakan kelompok pertama mengurusi administrasi, pengeluaran barang kiriman dari Belanda dengan membayarkan biaya, maupun pembayaran pengurusan rekening, dan pengaturan pengiriman.

    “Ini dikendalikan oleh napi HS dari lapas narkotika Bolangi Makassar dengan dibantu napi inisial H dengan memfasilitasi pembuatan rekening untuk bertransaksi pembayaran pengiriman barang ini,” ujarnya.

    Adapun kelompok kedua, kata Yuda, merupakan eksekutor lapangan, yakni HR, yang bertugas melakukan penjemputan. Tersangka yang juga mantan anggota Polri tersebut bekerja sama dengan eksekutor lapangan yang di dalam lapas yakni SN alias Doyok.

    “Jadi ini ada dua kelompok, satu yang mengendalikan masalah perizinan, pembayaran. (Adapun) yang kedua merupakan eksekutor lapangan,” terang dia.

    MUHAMMAD BAQIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.