Sekretaris KPU Supiori di Papua Jadi Tersangka Kasus Korupsi Rp 1,7 M

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kejaksaan Agung. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ilustrasi Kejaksaan Agung. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Negeri Biak Numfor menetapkan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Supiori berinisial NM sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana KPU Supiori tahun 2019 senilai Rp 1,7 miliar.

    "Iya benar kami telah menetapkan NM sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yang kami kumpulkan," kata Kepala Kejaksaan (Kajari) Negeri Biak, Erwin PH Saragih mengutip Antara, Kamis, 27 Agustus 2020.

    Penetapan tersangka NM berdasarkan surat perintah penyidikan kepala Kejaksaan Negeri Biak nomor : Print-14/T.1.12/Fd.1/08/2020, tanggal 19 Agustus 2020.

    Di singgung mengenai nilai kerugian negara, Kajari mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan BPKP Papua. "Kami masih berkoordinasi terkait kerugian negara dari total anggaran dana KPU Supiori senilai Rp 1,7 miliar," jawabnya.

    Diakui Kajari Biak Numfor, meski dengan personel atau SDM yang terbatas, tidak membuat institusi dan jajarannya untuk terus bergerak menyelesaikan kasus-kasus yang saat ini tengah di tangani oleh Kejari Biak Numfor.

    "Kami terus berupaya bekerja maksimal sesuai Tupoksi. Harapannya warga mendukung untuk ungkap kasus korupsi," ujar Erwin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?