Istri Minta Giring Ganesha Tak Manfaatkan Politik untuk Kepentingan Pribadi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Giring Ganesha dan Cynthia Riza kerap membagikan kemesraannya di media sosial masing-masing. Instagram/@giring

    Pasangan Giring Ganesha dan Cynthia Riza kerap membagikan kemesraannya di media sosial masing-masing. Instagram/@giring

    TEMPO.CO, Jakarta - Cynthia Riza, istri Giring Ganesha, mengaku bangga sekaligus khawatir dengan keputusan suaminya menjadi calon presiden 2024. Meski begitu ia mengaku mendukung sepenuhnya keputusan Giring itu.

    "Saya sih bangga banget, walaupun khawatir ke depan akan banyak rintangan, tapi saya yakin Mas Giring bisa," kata Cynthia dalam konferensi pers virtual, Rabu, 26 Agustus 2020.

    Cynthia berharap niat Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini bisa berkontribusi untuk Indonesia. Menurut dia, mereka sudah menerima banyak dari Tanah Air hingga hidup bahagia dan berkecukupan.

    Cynthia pun berpesan kepada Giring agar tak pernah terpikir mengambil keuntungan pribadi secara tidak halal dari kegiatan politiknya. Perempuan berusia 31 tahun ini hanya meminta Giring bekerja dengan ikhlas.

    "Saya akan marah sekali jika Mas Giring memanfaatkan politik untuk kepentingan pribadi secara tidak halal. Jangan pernah mengambil yang bukan hak kita," ujar dia.

    Cynthia juga mengaku tetap berpikir positif dengan respons negatif sebagian warganet. Ia berterima kasih atas kritik yang disampaikan.

    "Juga untuk respons yang paling kasar sekali pun. Kami sadar tantangan di kehidupan nyata itu jauh lebih berat," kata Cynthia.

    Giring terang-terangan menyatakan dirinya bakal maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Giring juga mendapat sokongan dari partainya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?