Selasa, 22 September 2020

Golkar Dukung Machfud Arifin dan Mujiaman di Pilkada Surabaya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Machfud Arifin. Wikipedia.org

    Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Machfud Arifin. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir mengatakan partainya mendukung pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Pilkada Surabaya 2020. Menurut Adies, Golkar membebaskan Machfud untuk memilih calon wakilnya.

    "Jadi Pak Machfud Arifin kan milih birokrat. Kami kan namanya wali kota harus cocok dengan pasangannnya," kata Adies kepada Tempo, Rabu, 26 Agustus 2020.

    Mujiaman adalah Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada. Adies mengklaim Mujiaman juga pernah memiliki kedekatan dengan Golkar. Namun, ia tak memastikan apakah Golkar akan meminta Mujiaman menjadi kader beringin.

    "Kami lihat perkembangannya, Pak Mujiaman itu kan dulu ada history-nya dengan Golkar, kita lihat saja," ujar anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan Jawa Timur I yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo.

    Adies pun mengisyaratkan Golkar tak masalah seumpama kadernya, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans maju Pilkada Surabaya dari partai lain. Nama Gus Hans belakangan dimunculkan menjadi calon pendamping Whisnu Sakti Buana, Wakil Wali Kota Surabaya yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Menurut Adies, kader yang maju dari partai lain akan mendapat catatan menyangkut dedikasi dan loyalitasnya. Namun ia mengatakan kader juga tak dilarang maju dari partai lain asalkan tidak menggunakan atribut atau mesin partai.

    "Memang ada banyak juga, dulu Ridwan Hisjam maju dengan PDIP (Pilgub Jatim 2008) juga enggak ada masalah. Selama tidak menggunakan atribut partai dan lain-lain, mesin partai, paling catatan saja kan," kata Adies.

    Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono sebelumnya mengatakan telah mengirimkan enam nama bakal calon wali kota dan wakil wali kota kepada DPP PDIP. Menurut Adi, ada yang mengusulkan nama Whisnu Sakit Buana-Eri Cahyadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

    Ada pula yang mengusulkan Eri Cahyadi-Armuji, anggota DPRD Jawa Timur dari PDIP, serta ada pula yang mengusulkan Whisnu dan Gus Hans. "Beda dukungan itu biasa. Yang pasti, setelah rekomendasi DPP PDIP turun, semua solid untuk memenangkannya," kata Adi, dikutip dari Koran Tempo, Rabu, 26 Agustus 2020.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.