Stimulus Berkualitas Hanya ada di PAUD

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bermain, aktivitas keagamaan dan berolahraga menjadi kegiatan yang bisa dilakukan peserta didik jenjang PAUD.

    Bermain, aktivitas keagamaan dan berolahraga menjadi kegiatan yang bisa dilakukan peserta didik jenjang PAUD.

    INFO NASIONAL-- Masa Covid-19 membawa berbagai perubahan dalam berbagai segi kehidupan, termasuk pendidikan. Sekolah atau lembaga pendidikan di berbagai jenjang kini jarang menerapkan pembelajaran tatap muka, terlebih pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun proses pendidikan tidak boleh berhenti, Karena anak harus mendapatkan berbagai pengajaran sesuai usianya. Penting bagi anak usia dini untuk tetap terdaftar di layanan PAUD di masa pandemi Covid-19 saat ini.

    Sebuah Webinar Kelas Orang Tua Berbagi dengan tema “Penguatan Peran Orang Tua dalam PPDB PAUD” menjawab pentingnya PAUD bagi pendidikan anak. Perkembangan intelektual anak berlangsung pesat pada usia dini. Fase usia 0-6 tahun merupakan masa emas dan anak harus diberikan stimulus yang berkualitas. “PAUD menjadi penting karena ada guru-guru yang mengerti,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pelatih PAUD Indonesia (APPAUDI), Dedi Wahyudi Mustofa.

    Menurut Dedi, stimulus yang berkualitas mencakup beberapa kriteria. Yang pertama, stimulus tersebut harus sesuai dengan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA). Pada rentang usia tertentu ada pertumbuhan dan perkembangan yang di capai anak. “Oleh karena itu, stimulus sesuai tingkatan usia menjadi amat penting,“ujarnya. Guru PAUD mengetahui STPPA, sehingga memahami kompetensi yang harus dibangun pada anak.

    Selain itu, belajar dilakukan dengan prinsip sambil bermain.Mengajar huruf atau membaca, misalnya, harus dilakukan dengan cara bermain seperti dengan kartu huruf. Stimulus yang berkualitas juga dilakukan dengan berpusat pada anak sehingga harus dibuat menyenangkan bagi anak.

    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) juga penting untuk memastikan agar stimulus yang diberikan berkualitas. “Ketika anak melakukan permainan, maka itu berdasarkan RPP yang dibuat oleh guru,” ujar Dedi. Yang terakhir, dalam stimulus yang berkualitas memerlukan penilaian perkembangan anak.

    Pada masa pandemi Covid-19, anak untuk sementara belajar dari rumah. Namun,  ada empat kegiatan yang dapat dikolaborasikan atau direncanakan  dengan guru PAUD. Pertama, kegiatan bermain yang merupakan inti. Aktivitas ini menggunakan bahan mainan terbuka artinya bahan yang ada di sekitar anak atau rumah. Kedua ada kegiatan keagamaan, termasuk penugasan berdasarkan RPP.

    Kegiatan selanjutnya adalah membantu pekerjaan di rumah. Aktivitas keempat yaitu kegiatan perilaku sehat, berupa olah raga dan keselamatan.“Ini termasuk bagaimana kita mengantisipasi Covid-19 bagi anak-anak kita,” ujar Dedi.

    Wempi Maron, salah satu orang tua di Malang yang berbicara dalam webinar menyatakan, sebagai orangtua anak usia dini, ia akan membolehkan anaknya melanjutkan pendidikan anak di lembaga PAUD, karena sudah merasakan manfaat kolaborasi dengan guru PAUD di masa Covid-19.

    “Kita tidak akan mengorbankan anak kita untuk belajar sendirian di PAUD. Karena bisa-bisa karakter yang kita inginkan bukanlah karakter yang kita bentuk. Itu karena ilmu kita, orangtua, tidak sampai ke sana,” ujarnya. Menurutnya anak adalah investasi berharga. “Jangan coba-coba dalam mendidik anak,” katanya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.