Kata Kompolnas soal Jenderal Terlibat Kasus Djoko Tjandra Tak Ditahan

Reporter

Editor

Amirullah

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) adakan konpres soal Revisi UU antiterorisme Andrea H Poeloengan, Bekto Suprapto Sekretaris, Poengky Indarti, Benediktus Bambang Nurhadi di gedung Kompolnas, 2 Juni 2017. TEMPO/Albert

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional menilai tak ada masalah soal keputusan penyidik untuk tidak menahan Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi. Keduanya merupakan tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Anggota Kompolnas, Poengky Indarti, menjelaskan, berdasarkan aturan KUHAP, ada dua alasan yang menjadi pertimbangan penyidik untuk melakukan penahanan atau tidak.

"Berdasarkan pasal 21 ayat (1) KUHAP, penahanan akan dilakukan penyidik jika ada kekhawatiran tersangka atau terdakwa melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana. Hal ini disebut syarat subyektif penahanan," ujar Poengky saat dihubungi pada Rabu, 26 Agustus 2020.

Kedua, berdasarkan pasal 21 ayat (4) KUHAP ada syarat obyektif penahanan, sehingga penahanan akan dilakukan pada tersangka/terdakwa yang diancam dengan tindak pidana penjara lima tahun atau lebih, atau tersangka dan atau terdakwa tindak pidana pasal-pasal tertentu di KUHP, Ordonansi bea cukai, UU Darurat 8/1955 dan UU Narkotika.

"Maka itu, berdasarkan aturan KUHAP tersebut maka penahanan tersangka atau terdakwa tidak wajib. Penahanan dilakukan jika syarat obyektif dan subyektif terpenuhi," kata Poengky.

Meski begitu, Kompolnas meminta agar Polri mempertimbangkan kembali ihwal opsi penahanan, mengingat besarnya kasus yang memiliki potensi untuk diintervensi. "Harus benar-benar dibentengi agar yang bersangkutan tidak melarikan diri, misalnya cekal ke luar negeri," kata Poengky.

Polri tidak melakukan penahanan terhadap Irjen Napoleon dan Tommy Sumardi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan, keputusan tak ditahannya Irjen Napoleon dan Tommy Sumardi lantaran mereka dianggap kooperatif oleh penyidik.






Kompol Chuck Putranto hingga AKBP Jerry Siagian Ajukan Banding, Polri Siapkan Perangkat Pimpinan Sidang

1 hari lalu

Kompol Chuck Putranto hingga AKBP Jerry Siagian Ajukan Banding, Polri Siapkan Perangkat Pimpinan Sidang

Polri sedang menyusun perangkat pimpinan Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Banding untuk empat pelanggar yang memori bandingnya telah diterima


Keluarga Brigadir J Bantah Sudah Menyerah

7 hari lalu

Keluarga Brigadir J Bantah Sudah Menyerah

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, disebut lelah karena terus menerus menjalani pemeriksaan oleh polisi.


Kompolnas Minta Polri Tuntaskan Sidang Etik Tersangka Obstruction of Justice

8 hari lalu

Kompolnas Minta Polri Tuntaskan Sidang Etik Tersangka Obstruction of Justice

Kompolnas mengharapkan Polri menuntaskan sidang pelanggaran etik berat terhadap tersangka obstruction of justice yang masih menyisakan tiga orang


Brigjen Hendra Kurniawan Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan, Ini Detail Perannya

10 hari lalu

Brigjen Hendra Kurniawan Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan, Ini Detail Perannya

Pekan depan Brigjen Hendra Kurniawan akan menjalanj sidang etik. Berikut merupakan BAP Hendra Kurniawan yang terjerat dalam kasus pembunuhan Brigadir J alias Yosua Nofriansyah Hutabarat.


Pria Madiun Ditangkap, Kompolnas: Agar Tak Ada yang Ikut-ikutan Bantu Bjorka

11 hari lalu

Pria Madiun Ditangkap, Kompolnas: Agar Tak Ada yang Ikut-ikutan Bantu Bjorka

Kompolnas mengatakan penangkapan pria Madiun yang jual akun telegram Bjorka adalah langkah polisi agar tak ada lagi yang ikut-ikutan peretas itu.


Ferdy Sambo Diperiksa dengan Lie Detector, Kompolnas: Alatnya Buatan AS Tersertifikasi Internasional

20 hari lalu

Ferdy Sambo Diperiksa dengan Lie Detector, Kompolnas: Alatnya Buatan AS Tersertifikasi Internasional

Kompolnas mengatakan alat uji kebohongan atau lie detector yang digunakan dalam pemeriksaan Ferdy Sambo hari ini sudah tersertifikasi internasional.


Mantan Jaksa Pinangki Bebas Bersyarat, Apa Ketentuannya?

21 hari lalu

Mantan Jaksa Pinangki Bebas Bersyarat, Apa Ketentuannya?

Eks jaksa Pinangki terbukti terima suap Djoko Tjandra divonis 10 tahun, lalu Pengadilan Tinggi Jakarta memangkas menjadi 4 tahun, kini bebas bersyarat


Bebas Bersyarat, Begini Kilas Balik Kasus yang Menjerat Jaksa Pinangki

22 hari lalu

Bebas Bersyarat, Begini Kilas Balik Kasus yang Menjerat Jaksa Pinangki

Jaksa Pinangki, yang baru saja bebas bersyarat, merupakan mantan jaksa yang terseret dalam kasus korupsi dan pencucian uang.


Mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari Bebas Bersyarat

22 hari lalu

Mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari Bebas Bersyarat

Pinangki Sirna Malasari dipenjara karena terbukti menerima suap US$ 500 ribu dari konglomerat Djoko Tjandra.


Kompolnas Sebut Gaya Hidup Polisi Sudah Jadi Masalah Kultural Sejak Orde Baru

23 hari lalu

Kompolnas Sebut Gaya Hidup Polisi Sudah Jadi Masalah Kultural Sejak Orde Baru

Kompolnas mengatakan, gaya hidup mewah polisi sudah dilarang sejak era mantan Kapolri Jenderal Idham Azis melalui Telegram Rahasia.