Ganjar Bujuk Petani Tembakau Temanggung Agar Urungkan Demo ke Jakarta

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengunjungi petani tembakau di Temanggung, Selasa (25/8/2020).

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengunjungi petani tembakau di Temanggung, Selasa (25/8/2020).

    INFO NASIONAL-- Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Parmuji mengatakan para petani tembakau Temanggung siap berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi demonstrasi. Rencananya, rombongan berkekuatan 1200 orang akan berangkat Rabu (26/8/2020) dan menggelar aksi pada Kamis (27/9/2020) di Istana Negara, Jakarta.

    "Memang sudah direncanakan sejak seminggu yang lalu, kami akan berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi demonstrasi. Tuntutan kami agar pemerintah melindungi petani dengan regulasi yang memihak petani nasional," kata Agus.

    Mereka menuntut agar pemerintah segera memberlakukan peraturan pembatasan importasi tembakau dan meningkatkan pembelian tembakau nasional. Selain itu, mereka menuntut pemerintah tidak menaikkan cukai rokok, karena sangat berdampak pada nasib petani tembakau.

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang mendengar perihal itu memutuskan untuk langsung ke Temanggung, pada Selasa (25/8/2020). Kedatangannya bermaksud meredam suasana para petani tembakau Temanggung agar tidak demo sambil mengecek sejumlah pabrik rokok besar di lokasi itu dan memastikan tembakau petani terbeli.

    "Wis manut karo aku (percaya sama saya), mengko aku sing ngurus (nanti saya yang akan urus). Panjenengan ora usah mangkat Jakarta, ora usah demo (semua tidak usah berangkat ke Jakarta, tidak usah demo). Nanti biar saya yang menyelesaikan. Setuju mboten (sepakat apa tidak)," kata Ganjar menenangkan, dijawab sepakat oleh para petani tembakau itu.

    Ganjar bahkan sudah memahami apa yang menjadi persoalan para petani tembakau itu. Di tengah perjalanan menuju ke lokasi itu, Ganjar bahkan sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian terkait tuntutan petani itu.

    "Saya coba bergerak lagi soal ini. Saya sudah coba WA pak Mentan, tapi belum jawab, mungkin beliau sibuk. Tapi intinya, ora usah demo lah (tidak usah demo), bisa diomongkan. Sampean mending ning omah wae (semuanya lebih baik di rumah), Nek aku ora iso ngrampungke, monggo budhal (kalau saya tidak bisa menyelesaikan, silahkan berangkat demo)," tegasnya.

    Ganjar meminta petani tidak demo dan membiarkan dirinya yang bekerja dengan menyampaikan tuntutan petani tembakau kepada pemerintah pusat. "Saya bilang ojo demo, maka melalui teman-teman petani ini, saya mohon kepada pak Menteri Pertanian, ini teman-teman petani meminta agar pembatasan importasi tembakau segera dieksekusi. Ini sudah lama sekali, mereka menunggu cukup lama," terangnya.

    Ia meminta pemerintah pusat lebih melindungi petani lokal dibanding impor dari luar negeri. Ia meminta agar keputusan pembatasan importasi itu bisa segera dilaksanakan. "Apa iya, petani tembakau kita yang sudah menanam, harus kalah dengan tembakau impor? Apa iya, kita tidak bisa membantu petani? Mari kita membantu para petani yang sudah turun temurun menekuni bisnis ini, agar bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," ujar Ganjar.

    Usai pertemuan, Agus Parmudji mengatakan APTI sepakat menunda aksi. Para petani sepakat menyerahkan penyampaian aspirasi pada Ganjar kepada pemerintah pusat. "Barusan saya juga menghubungi teman-teman provinsi lain, semua sepakat menunda demo hingga ada kabar lebih lanjut dari pak gubernur," katanya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.