Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Seksi 4 Jalan Tol Banda Aceh-Sigli Diresmikan Presiden

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang Tol Blang Bintang yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Selasa, 25 Agustus 2020.

    Gerbang Tol Blang Bintang yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Selasa, 25 Agustus 2020.

    INFO NASIONAL – Progres konstruksi Jalan Tol Banda Aceh-Sigli Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang telah mencapai 100 persen dan siap dioperasionalkan. Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN, Erick Tohir dan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meresmikan ruas tol sepanjang 14 kilometer dari total keseluruhan 74 kilometer ini pada Selasa, 25 Agustus 2020 di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

    Selesainya Seksi 4 jalan tol pertama di Provinsi Aceh yang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya bersama PT Adhi Karya ini akan mempermudah akses dari Banda Aceh ke Sigli dan sebaliknya dari Sigli menuju Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda.

    "Akses ke bandara akan makin mudah makin cepat. Kalau konektivitas makin lancar dan terhubung dengan transportasi udara, ke depan pergerakan orang dan barang akan lebih cepat jadi biaya akan lebih efisien. Pertumbuhan ekonomi akan terhubung dari satu titik ke titik lain sehingga perekonomian akan bergerak lebih cepat," ujar Presiden Jokowi dalam kata sambutannya.

    Presiden menilai, pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli berjalan dengan cepat karena didukung progres pembebasan lahan yang baik hingga 86 persen. Sedangkan, progres konstruksi jalan tol yang dibangun sejak akhir 2018 secara keseluruhan telah mencapai 50 persen.

    Selain Seksi 4, konstruksi Jalan Tol Banda Aceh-Sigli yang signifikan progresnya terlihat pada Seksi 3 Jantho-Indrapuri (16 km) sebesar 65 persen dengan pembebasan lahan 97 persen. Sementara pada Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum (25 km) saat ini progres konstruksinya sekitar 19 persen dengan pembebasan lahan 71 persen.

    Selanjutnya Seksi 2 Seulimeum-Jantho (6 km) progres konstruksinya mencapai 40 persen dengan pembebasan lahan hingga 94 persen, Seksi 5 Blang Bintang-Kuto Baro (8 km) dengan progres konstruksi 15 persen serta pembebasan lahan 68 persen dan Seksi 6 Kuto Baro-Simpang Baitussalam (5 km) dengan progres konstruksi 33 persen serta pembebasan lahan 95 persen.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga kementerian PUPR, Hedy Rahadian secara terpisah mengatakan bahwa kondisi jalan tol Seksi 4 dalam kondisi baik dan layak untuk digunakan. Kemudian, Seksi selanjutnya akan segera diselesaikan secara bertahap sesuai dengan prioritas yang sudah direncanakan.

    “Jadi kita bicara tentang prioritas dan skenario-skenario, tergantung nanti seberapa besar dukungan APBN bisa diberikan. Seksi 3,4,5,6 itu kita prioritaskan karena benefitnya yang lebih baik,” ujar Hedy saat meninjau langsung seksi 4 Jalan Tol Banda Aceh-Sigli pada Senin, 24 Agustus 2020.

    Jalan tol Banda Aceh-Sigli merupakan salah satu ruas Tol Trans Sumatera yang juga menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang total investasi pembangunannya mencapai Rp 12,35 Triliun dengan biaya konstruksi sebesar Rp 8,99 triliun.

    Setelah seluruh seksi yang direncanakan selesai dibangun, maka jarak dan waktu tempuh perjalanan dari Banda Aceh ke Sigli akan terpangkas dari sekitar 2-3 jam dengan kondisi jalan perbukitan menjadi hanya 1 jam perjalanan saja.

    Hedy menyampaikan, walaupun kondisi pandemi Covid-19 tengah melanda, namun seluruh pekerjaan terus diupayakan berjalan, tentunya dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Keberadaan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli merupakan bukti komitmen Kementerian PUPR sebagai bagian dari penggerak ekonomi nasional yang berdampak positif bagi masyarakat.

    “Jadi, tol itu tidak ada artinya kalau kawasannya tidak dikembangkan. Ini yang menjadi trigger dan disebut value capture. Next, kita selalu mengingatkan kepada Pemda tentang mana kawasan yang akan dikembangkan,” kata Hedy menjelaskan.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.