Biarawan di Depok Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Korban Disemprot Cairan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)

    ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Biarawan dari tarekat Blessed Sacrament Missionaries of Charity (BSMC) Filipina, Angelo Ngalngola, diduga melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah anak di Panti Asuhan Kencana Bejana Rohani di Depok. Ia melancarkan aksinya saat korban sedang tertidur lelap.

    Simeon--bukan nama sebenarnya--mengaku pernah dicabuli oleh Angelo pada 2018. Ia sedang tertidur lelap saat Angelo tiba-tiba ada di sampingnya. Simeon terbangun namun kembali tak sadarkan diri setelah Angelo menyemprotkan cairan ke wajahnya.

    "Baunya seperti sirih, tapi saya yakin itu bukan sirih," katanya dilansir dari Majalah Tempo edisi Senin, 24 Agustus 2020. Setelah sadar, Simeon mengetahui dia telah dilecehkan oleh Angelo.

    Lukman--nama samaran penghuni Kencana Bejana Rohani--pernah dua kali menyaksikan langsung perbuatan Angelo. Pada akhir 2016, misalnya, ia melihat seorang anak asuh yang baru tinggal di panti asuhan itu dicabuli oleh Angelo. Lukman yang menyaksikan dari serambi lantai dua menuturkan korban tampak lemas saat Angelo beraksi.

    Selain itu, Lukman pernah melihat Angelo melecehkan korban lain dengan mengintip dari balik selimut. Kebetulan posisi tidur Lukman dengan korban berdekatan. Ia melihat Angelo mengenakan jubah bruder, bermasker, serta menyemprotkan cairan ke handuk, lalu membekap wajah korbannya. "Setelah itu, tak ada perlawanan sama sekali," ucap dia.

    Angelo sempat ditangkap oleh polisi pada 14 September 2019. Setelah menjadi tersangka, ia ditahan hampir tiga bulan di Kepolisian Resor Depok. Namun Angelo bebas pada 9 Desember 2019.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok Komisaris Wadi Sabani beralasan pihaknya kesulitan menyidik kasus pelecehan ini karena sejumlah saksi bungkam. Hingga Angelo bebas, polisi hanya sekali memeriksa saksi, korban, dan pelapor.

    Baca berita selengkapnya di Majalah Tempo "Kelelawar Malam di Panti Asuhan".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.