Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo Akui Terima Uang Djoko Tjandra

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djoko Tjandra menempati ruangan nomor 1 di Rutan Bareskrim Polri. Dok Istimewa

    Djoko Tjandra menempati ruangan nomor 1 di Rutan Bareskrim Polri. Dok Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo mengakui telah menerima uang dari Djoko Tjandra terkait penghapusan red notice. Pengakuan itu diutarakan dalam pemeriksaan pada Selasa, 25 Agustus 2020.

    "Sudah kami lakukan pemeriksaan dan mereka telah mengakui menerima aliran dana itu," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, pada 25 Agustus 2020.

    Namun, terkait besaran nominal yang diterima, Awi menolak untuk membeberkannya. Ia mengatakan bahwa hal itu sudah menjadi materi penyidikan, sehingga tak bisa diungkap.

    "Sesuai dengan Pasal 17 UU KIP, ada hal-hal yang tidak perlu kami sampaikan di sini dan itu akan terbuka semua di pengadilan," ucap Awi.

    Dalam perkara red notice ini, Badan Reserse Kriminal Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo sebagai penerima suap. Sedangkan Tommy Sumardi dan Djoko Tjandra sebagai tersangka pemberi suap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.