Komnas Sebut Kemiskinan Picu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Anti Kekerasan (Gerak) Perempuan membentangkan poster saat menggelar aksi perdana Selasa-an terkait RUU PKS di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Anti Kekerasan (Gerak) Perempuan membentangkan poster saat menggelar aksi perdana Selasa-an terkait RUU PKS di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaKomisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang mengatakan tingkat kemiskinan di Indonesia Timur berkorelasi dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    Ia mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik peta kemiskinan yang ada di Indonesia Timur sebesar 9.82 persen atau 25,95 juta jiwa.

    "Ironisnya peningkatan kemiskinan di Indonesia timur berjalan beriringan dengan naiknya tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak” ujar Veryanto pada acara konferensi pers Perempuan Timur Indonesia pada Selasa, 25 Agustus 2020.

    Kemiskian ini mengakibatkan tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan di Timur Indonesia. Kasus perdagangan perempuan dan anak di bagian Indonesia Timur masih sangat mendominasi laporan ke Komnas HAM.

    Ia mengatakan ada sekitar 2.796 kasus perdagangan perempuan dan anak. "Angka tersebut cukup menohok dengan jumlah laporan paling besar di NTT sebesar 677 kasus," kata dia.

    Veryanto mengatakan Komnas Perempuan terus mendukung kegiatan yang bisa menekan angka kekerasan perempuan, khususnya di Indonesia Timur.  Ia berharap konferensi ini bisa menghasilkan terobosan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia bagian Timur. 

    Alexandra Helena


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?