Gedung Utama Kejaksaan Agung Belum Jadi Cagar Budaya, tapi Kawasan Pemugaran

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan di gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Ahad, 23 Agustus 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    Warga menyaksikan petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan di gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Ahad, 23 Agustus 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan gedung utama Kejagung yang terbakar merupakan kawasan pemugaran.

    "Gedung ini belum termasuk ditetapkan cagar budaya, tapi masuk dalam kawasan pemugaran," kata Hari di Gedung Badiklat Kejagung, Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2020.

    Hari menjelaskan, berdasarkan peraturan daerah tahun 1973, lingkungan kawasan Kejagung merupakan kawasan pemugaran. Kemudian pada 1993, ada penunjukkan kawasan cagar budaya. Namun, gedung utama yang terbakar pada Sabtu lalu belum termasuk cagar budaya dan masih dalam proses ditunjuk sebagai cagar budaya.

    Menurut Hari, kawasan pemugaran memiliki perlakuan yang sama dengan cagar budaya. Yaitu semua diawasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya. Hal itu terbukti dengan adanya teguran yang pernah dilayangkan Dinas Pariwisata DKI ketika Kejaksaan Agung hendak menambah aksesoris gedung utama.

    "Kami kendapat teguran dari Kadis Pariwisata bahwa agar dilaporkan kemudian dibuat berita acara," katanya.

    Kebakaran di kantor Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanudin Dalam Nomor 1, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terjadi sejak Sabtu, 22 Agustus 2020 sekitar pukul 19.10 hingga keesokan harinya. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kebakaran di lembaga yang dipimpin oleh Sanitiar Burhanuddin itu.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.