Firli Akan Hadiri Sidang Etik Dewan Pengawas KPK soal Helikopter Mewah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, memberikan keterangan Kinerja Semester I 2020 Dewan Pengawas KPK secara daring, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Selama semester I, Dewas KPK menerima 234 permohonan izin untuk melakukan penyadapan, penggeledahan dan penyitaan dan menerima laporan sejumlah pelanggaran etik dan akan melakukan sidang pelanggaran etik yang dilakukan Ketua KPK, Firli Bahuri, terkait pelanggaran kode etik karena bergaya hidup mewah dengan naik helikopteruntuk kepentingan pribadi. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, memberikan keterangan Kinerja Semester I 2020 Dewan Pengawas KPK secara daring, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Selama semester I, Dewas KPK menerima 234 permohonan izin untuk melakukan penyadapan, penggeledahan dan penyitaan dan menerima laporan sejumlah pelanggaran etik dan akan melakukan sidang pelanggaran etik yang dilakukan Ketua KPK, Firli Bahuri, terkait pelanggaran kode etik karena bergaya hidup mewah dengan naik helikopteruntuk kepentingan pribadi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memastikan akan mengadiri sidang etik Dewan Pengawas lembaga antirasuah pada Selasa, 25 Agustus 2020. Sidang ini berhubungan dengan dugaan pelanggaran etika Firli terkait penggunaan helikopter mewah.

    “Saya akan hadir karena sidang ini kegiatan yang dilakukan sebagai wujud amanat undang-undang,” kata Firli dalam keterangannya, Senin, 24 Agustus 2020.

    Firli menilai sidang tersebut merupakan ruang untuk menyampaikan klarifikasi dan menjelaskan secara detail pelbagai hal yang dipermasalahkan. Meski demikian, dia memastikan bakal menghargai proses tersebut.

    Firli dilaporkan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) karena diduga menggunakan helikopter mewah saat pergi dari Palembang ke Baturaja pada 20 Juni 2020. Laporan MAKI dikirim ke Dewan Pengawas sejak 22 Juni 2020. MAKI menyertakan foto helikopter saat jenderal polisi itu berada di armada mewah yang diduga milik perusahaan swasta.

    Menjawab laporan tersebut, Firli mengklaim bahwa ia tidak menganut gaya hidup mewah. Ia meyakinkan, armada itu digunakan untuk kebutuhan dan tuntutan kecepatan tugas. Dia mengaku helikopter tersebut pun disewa dengan gajinya sehingga bukan merupakan bentuk gratifikasi.

    Kendati harus menjalani proses sidang, Firli mengimbuhkan, saat ini dia tetap berfokus pada pekerjaan. Lembaga yang dipimpinnya sedang mempersiapkan agenda pencanangan Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang akan dicanangkan pada Rabu, 26 Agustus 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.