Djoko Tjandra Akui Beri Uang ke Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. Kejaksaan Agung mengeksekusi buron hak tagih Bank Bali, Djoko akan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba cabang Mabes Polri terkait kasus Bank Bali. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung memvonis Djoko 2 tahun penjara. TEMPO/Subekti.

    Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. Kejaksaan Agung mengeksekusi buron hak tagih Bank Bali, Djoko akan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba cabang Mabes Polri terkait kasus Bank Bali. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung memvonis Djoko 2 tahun penjara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Djoko Tjandra mengakui telah memberikan uang kepada Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo dan Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dalam kasus dugaan gratifikasi penghapusan red notice.

    Pengakuan tersebut diutarakan Djoko Tjandra atau Joko Tjandra dalam pemeriksaan yang berjalan Senin, 24 Agustus 2020. "Yang bersangkutan memang sudah mengakui itu telah memberikan sebanyak uang tertentu kepada para tersangka," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, pada Senin, 24 Agustus 2020.

    Namun, Awi menolak untuk membeberkan ihwal aliran dana Joko Tjandra itu secara rinci, terutama terkait besaran nominal yang diterima oleh Prasetijo Utomo dan Napoleon. Ia beralasan hal tersebut merupakan materi penyidikan.

    "Pendalaman mengejar kapan, di mana, kepada siapa saja uang ini diberikan. Dari hasil pemeriksaan kami tidak bisa sampaikan secara keseluruhan apalagi terkait nominalnya karena masih berproses," ucap Awi.

    Dalam kasus dugaan gratifikasi penghapusan red notice, kepolisian menjerat Djoko Tjandra dan tersangka pemberi suap lainnya, Tommy Sumardi, dengan Pasal 5 ayat 1 dan pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP. Ancaman hukuman terhadap pemberi maksimal 5 tahun penjara.

    Baca juga: Jaksa Agung Diduga Tahu Kongkalikong Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.