Bantah Bakal Ada Reshuffle, Mensesneg Bilang Kabinet Fokus Tangani Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kabinet Indonesia Maju mengikuti rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA Tahun 2023 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020. Presiden bangga dengan kepercayaan yang diberikan FIBA setelah Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia Basket 2023. TEMPO/Subekti.

    Menteri Kabinet Indonesia Maju mengikuti rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA Tahun 2023 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020. Presiden bangga dengan kepercayaan yang diberikan FIBA setelah Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia Basket 2023. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Istana menepis kabar yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet besar-besaran. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, kabinet saat ini tengah fokus untuk menangani krisis akibat pandemi Covid-19.

    "Jadi kami semua terkejut dengan rilis yang mengatakan ada 18 menteri yang akan direshuffle. Itu tidak benar, karena hari-hari ini kami konsentrasi luar biasa untuk menghadapi krisis kesehatan dan krisis perekonomian," kata Pratikno lewat keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2020.

    Rilis yang dimaksud yakni keterangan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane yang mengatakan ada 11 hingga 18 menteri yang akan diganti dalam reshuffle kabinet nanti. Selain diganti, beberapa menteri kemungkinan digeser ke kementerian lain.

    Pratikno mengatakan, dia bahkan sampai mengonfirmasi isu tersebut kepada Presiden Jokowi. Jawaban presiden, kata Pratikno, seluruh menteri yang duduk di Kabinet Indonesia Maju beserta jajaran di bawahnya tengah diminta bekerja keras untuk menangani dampak pandemi Covid-19.

    "Pak Presiden selalu perintahkan kepada menteri untuk fokus bekerja, fokus menyelesaikan krisis, dan fokus membajak momentum krisis ini untuk melakukan lompatan kemajuan di segala bidang," ujar Pratikno. "Jadi itu yang sudah disampaikan Pak Presiden kepada saya juga, karena saya juga mengonfirmasi perihal ini kepada beliau kemarin."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?