Bupati Pasangkayu Resmikan Dermaga Tersus di Lariang

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa meresmikan dermaga terminal khusus (tersus) di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Jumat (21/8).

    Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa meresmikan dermaga terminal khusus (tersus) di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Jumat (21/8).

    INFO NASIONAL - Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa meresmikan dermaga terminal khusus (tersus) di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Jumat 21 Agustus. Hadir Kepala Kantor UPP Kelas III Belang-Belang, Kristina Anthon serta unsur pimpinan Forkopimda.

    Diketahui dermaga tersus ini merupakan milik swasta, dikelola oleh sebuah perusahaan tambang galian C yang beroperasi di muara sungai Lariang. Dermaga itu bakal difungsikan sebagai terminal bongkar muat hasil tambang galian C dari sungai Lariang ke beberapa wilayah di Indonesia.

    Bupati Agus Ambo Djiwa mengapresiasi hadirnya dermaga tersus itu. Dermaga tersus pertama yang mengantongi izin resmi. Ia meminta si pengelola dapat merangkul semua elemen dan dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar. Pengoperasian dermaga tersus juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    "Kualitas pasir di sungai Lariang memang bagus. Jadi pasir ini tidak pernah habis karena dia selalu datang dari hulu di bawah oleh arus sungai. Jadi saya harap pengelola dapat membagi-bagi rezekinya kepada masyarakat sekitar," kata Bupati Agus.

    Lebih jauh bupati dua periode itu menyebut, hadirnya dermaga tersus juga telah menyokong infrastruktur daerah sebagai penyangga ibu kota baru.

    "Kita akan menjadi daerah penyangga ibu kota baru. Kebutuhan material untuk pembangunan ibu kota baru pasti banyak. Peluang ini harus kita tangkap. Pemkab juga telah menyiapkan lahan 1.000 hektar untuk pembangunan pelabuhan nasional," tuturnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.