Bahas Obat Covid-19, Komisi Nasional Penilai Obat akan Bertemu BPOM

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito memberikan keterangan pers terkait perkembangan uji klinik obat kombinasi baru untuk COVID-19 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020. Kepala BPOM menyatakan hasil uji klinik tahap tiga obat kombinasi baru untuk COVID-19 hasil kerja sama TNI AD, BIN dan Universitas Airlangga (Unair) belum valid, pihaknya meminta peneliti untuk merevisi dan memperbaiki lagi hasil penelitiannya sesuai kaidah yang sudah ditentukan BPOM. ANTARA/Nova Wahyudi

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito memberikan keterangan pers terkait perkembangan uji klinik obat kombinasi baru untuk COVID-19 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020. Kepala BPOM menyatakan hasil uji klinik tahap tiga obat kombinasi baru untuk COVID-19 hasil kerja sama TNI AD, BIN dan Universitas Airlangga (Unair) belum valid, pihaknya meminta peneliti untuk merevisi dan memperbaiki lagi hasil penelitiannya sesuai kaidah yang sudah ditentukan BPOM. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Penilai Obat bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan rapat membahas obat Covid-19 buatan Universitas Airlangga (Unair) pada hari ini, Sabtu, 22 Agustus 2020.

    Anggota Komnas Penilai Obat, Rianto Setiabudy membenarkan agenda tersebut. "Memang rencananya ada rapat, dengan teman-teman dari BPOM," kata Rianto ketika dihubungi, Sabtu, 22 Agustus 2020.

    Rianto mengatakan agenda rapat itu membicarakan saran-saran terkait obat Covid-19 untuk Unair. Namun, Rianto belum merinci apa saja catatan yang akan disampaikan Komnas Penilai Obat.

    "Agendanya sebetulnya membahas saran-saran perbaikan yang mungkin akan kami berikan kepada tim peneliti dari Unair," kata pakar farmakologi dari Universitas Indonesia ini. Nantinya, mereka akan bersurat ke Unair menyampaikan saran-saran tersebut.

    Sebelumnya, BPOM telah meminta tim riset Unair memperbaiki uji klinis kombinasi obat Covid-19. Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan hasil uji klinis kombinasi obat Covid-19 yang dikembangkan Unair itu belum valid.

    "Status yang kami nilai adalah masih belum valid jika dikaitkan dengan hasil inspeksi kami," kata Penny pada Rabu lalu, 19 Agustus 2020.

    Berdasarkan hasil inspeksi, BPOM menemukan gap atau temuan kritikal terhadap hasil uji klinis kombinasi obat Covid-19 yang dikembangkan Unair. Temuan kritis pertama terkait pengacakan sampel. Penny mengatakan subyek penelitian kombinasi obat Covid-19 belum merepresentasikan keberagaman sesuai protokol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.