Pilkada 2020, PDIP Segera Umumkan Calon yang akan Mereka Usung di Surabaya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya akan mengambil keputusan ihwal calon yang diusung di Pilkada Surabaya dalam waktu dekat.

    Menurut Hasto, keputusan soal Surabaya akan diumumkan bersamaan dengan calon untuk Pilkada Provinsi Bali yang sudah final.

    "Kota Surabaya dalam waktu dekat keputusan akan diambil. Pengumumannya nanti akan dilakukan bersama dengan Bali," kata Hasto dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2020.

    Hasto mengatakan PDIP kini masih melakukan finalisasi nama calon kepala daerah untuk Surabaya. Ia berujar, partai sebelumnya telah mengundang DPC PDIP Surabaya untuk penajaman calon yang bakal diusung di Pilkada 2020.

    "Kami sudah mengundang kader internal Surabaya untuk melakukan penajaman pemetaan politik di Surabaya," kata Hasto.

    Hasto juga mengirim sinyal partainya bakal mencalonkan nama selain Machfud Arifin, mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur. Machfud saat ini mengantongi dukungan mayoritas partai, seperti Golkar, Gerindra, NasDem, Partai Amanat Nasional, dan lainnya. Tinggal PDIP dan Partai Solidaritas Indonesia yang kini belum menentukan calon.

    Menurut Hasto, PDIP sudah biasa dikepung alias dikeroyok oleh partai politik lain dalam ajang Pemilihan Wali Kota Surabaya. Lantaran biasa dikepung, ucap Hasto, maka partai banteng akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk Pilkada Surabaya ini.

    "Karena itu, kami mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," kata Hasto.

    Meski kepungan politik selalu terjadi, Hasto mengklaim Surabaya mengalami banyak kemajuan selama sepuluh tahun kepemimpinan kader PDIP Tri Rismaharini yang menjadi wali kota. Ia mengatakan sejarah calon tunggal juga tak terlepas dari kontestasi lima tahun lalu di Surabaya.

    "Saat itu seluruh partai mencoba menggagalkan pencalonan kedua Bu Risma dan Mas Whisnu (Sakti Buana, Wakil Wali Kota Surabaya). Kemudian ada proses di MK yang mengizinkan calon tunggal untuk berhadapan dengan kotak kosong," kata Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?