Terawan Dituding Pilih Orang Dekat Jadi Konsil Kedokteran, Ini Respon Kemenkes

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) meninjau fasilitas baru RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo untuk penanganan pasien corona (COVID-19) yang baru saja diluncurkan di Jakarta, Kamis 30 April 2020. Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) meninjau fasilitas baru RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo untuk penanganan pasien corona (COVID-19) yang baru saja diluncurkan di Jakarta, Kamis 30 April 2020. Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan tak banyak berkomentar merespons anggapan ditunjuknya orang-orang dekat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi anggota Konsil Kedokteran Indonesia 2020-2025. Anggapan ini sebelumnya dilontarkan oleh Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Sri Hananto Seno.

    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati hanya mengatakan, Menteri Kesehatan berwenang mengusulkan anggota KKI yang memenuhi syarat kepada Presiden. Kewenangan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 81 Tahun 2019.

    "MK (Menteri Kesehatan) mengusulkan calon anggota KKI yang memenuhi persyaratan kepada Presiden dengan tetap mempertimbangkan keterwakilan masing-masing unsur," kata Widyawati kepada Tempo, Jumat, 21 Agustus 2020.

    Widya tak merespons lebih lanjut saat ditanya ihwal sikap PDGI yang menyatakan tak akan mengakui dan bekerja sama dengan anggota KKI 2020-2025. Ia juga tak merinci apakah Kementerian Kesehatan akan berkomunikasi dengan PDGI dan sejumlah organisasi/asosiasi profesi yang bersikap senada.

    Sebelumnya, Ketua Umum PDGI Sri Hananto Seno menyebut penunjukan anggota Konsil Kedokteran Indonesia periode 2020-2025 diwarnai unsur kedekatan. Ia juga menyatakan penunjukan tersebut tak sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

    "Rekrutmen tidak prosedural, main tunjuk kroni-kroninya yang mendukung," kata Seno kepada Tempo, Kamis, 20 Agustus 2020.

    PDGI dan enam organisasi/asosiasi profesi kesehatan, yakni IDI, AIPKI, AFDOKI, MKKI, MKKGI, dan ARSPI pun sebelumnya telah menyurati Presiden Joko Widodo dan meminta penundaan pelantikan anggota KKI 2020-2025. Namun, Presiden tetap melantik 17 anggota KKI pada Rabu lalu, 19 Agustus 2020.

    "Tentunya saat ini kami tidak mengakui dan tidak akan bekerja sama, sebelum betul-betul clear dengan prosedur penetapan anggota KKI mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Seno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.