Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Tembus 100 Ribu Orang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020. Pengambilan plasma konvalesen pasien sembuh COVID-19  yang menggunakan alat apheresis bertujuan untuk membantu penyembuhan pasien terkonfirmasi COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020. Pengambilan plasma konvalesen pasien sembuh COVID-19 yang menggunakan alat apheresis bertujuan untuk membantu penyembuhan pasien terkonfirmasi COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito, mengatakan kondisi penanganan Covid-19 di Indonesia lebih baik dari rata-rata dunia. Hal ini didasarkan pada kasus aktif di Indonesia sebanyak 40.119 kasus atau 27,2 persen, lebih rendah dari rata-rata dunia sebesar 28,7 persen.

    Wiku mengatakan penambahan kasus baru per 20 Agustus 2020 bertambah 2.266 kasus. Adapun jumlah pasien sembuh Covid-19 telah menembus angka 100.674 kasus atau 68,3 persen. Sementara rata-rata dunia berada di angka 67,76 persen.

    "Sedangkan kasus meninggal (rata-rata) di dunia adalah 3,50 persen; Indonesia masih 4,35 persen di atas dari rata-rata dunia," ujar Wiku dalam konferensi pers, Kamis, 20 Agustus 2020.

    Untuk di tingkat daerah, Wiku mengatakan juga terdapat 46 kabupaten/kota dengan kasus aktif di bawah 10 persen berdasarkan data per 16 Agustus 2020. Angka ini juga di bawah rata-rata nasional dan dunia. Rinciannya tersebar di provinsi Sumatera Selatan ada 5 kabupaten/kota.

    Lalu, terdapat di 2 kabupaten/kota di provinsi Sumatera Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat dan Bali. Masing-masing 3 kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Papua Barat.

    Juga terdapat di 1 kabupaten/kota masing-masing di provinsi Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Maluku Utara. Untuk Jawa Timur terdapat 6 kabupaten/kota.

    Dilihat persentasenya, tertinggi di Bangkalan (Jawa Timur) sebesar 9,09% dan terendah berada di Indragiri Hilir (Riau) sebesar 2,17%.

    Selain itu, per 19 Agustus 2020 Wiku mengatakan ada 15 provinsi dengan rata-rata di atas kesembuhan nasional diangka 68,6 persen dan dunia 67,7 persen. Lalu ada 21 provinsi dengan persentase kematian di bawah rata-rata nasional 4,44 persen dan dunia 3,50 persen. Di antaranya Maluku Utara (3,38 persen) hingga DKI Jakarta (3,33 persen).

    "Terdapat juga perkembangan zonasi signifikan membaik, dan selama ini tidak pernah memburuk," sebut Wiku Adisasmito. Diantaranya Jembrana (Bali), Serang (Banten), Garut, dan Pangandaran (Jawa Barat), Situbondo dan Tulungagung (Jawa Timur), Sukamara (Kalimantan Tengah) dan Belitung (Kep. Bangka Belitung)," kata Wiku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.