Ikatan Dokter Indonesia: 85 Dokter Meninggal karena Positif Covid-19 dan PDP

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis 6 Agsutus 2020. Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis 6 Agsutus 2020. Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia atau IDI mencatat ada 85 dokter yang meninggal karena positif Covid-19 dan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).

    “Meninggal sepanjang pandemi Covid-19 sejak Maret sampai sekarang,” kata Humas PD IDI, Halik Malik, kepada Tempo, Kamis, 20 Agustus 2020.

    Berdasarkan data IDI, 85 dokter yang meninggal karena Covid-19 dan PDP adalah sebagai berikut:

    1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar FK UGM)

    2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI/IDI Jakarta Timur)

    3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)

    4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (IDI Kota Bandung)

    5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (IDI Jakarta Selatan)

    6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)

    7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)

    8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (IDI Jakarta Timur)

    9. dr. Ucok Martin Sp. P (IDI Medan)

    10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (IDI Prabumulih)

    11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)

    12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS (IDI Jakarta Pusat)

    13.  Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)

    14. Dr. Bernadette Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)

    15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) (IDI Jakarta Selatan)

    16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangerang Selatan)

    17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jakarta Selatan)

    18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT (IDI Kab. Bekasi)

    19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ (IDI Jakarta Selatan)

    20. Dr. Karnely Herlena (IDI Depok)

    21. Dr. Soekotjo Soerodiwirio SpRad (IDI Kota Bandung)

    22. Dr. Sudadi, MKK, SpOK (IDI Jakarta Pusat)

    23. Prof. Dr. H. Hasan Zain, Sp.P (IDI Banjarmasin)

    24. Dr. Mikhael Robert Marampe (IDI Kab. Bekasi)

    25. Dr. Berkatnu Indrawan Janguk (IDI Surabaya)

    26. Dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Sp.S (IDI Medan)

    27. Dr. Boedhi Harsono (IDI Surabaya)

    28. Dr. Soeharno (IDI Kediri)

    29. Dr. Amir Hakim Siregar SpOG (IDI Batam)

    30. Dr. Ignatius Tjahjadi SpPD (IDI Surabaya)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.