Selasa, 22 September 2020

Terseret Kasus Djoko Tjandra, Kejaksaan Agung Nonaktifkan Jaksa Pinangki

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Jaksa Pinangki saat menjadi ketua Bhayangkari Rejang Lebong, Bengkulu pada 2018. Saat ini, Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan Jaksa  tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan menerima suap sebesar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp 7,4 miliar. Instagram

    Foto Jaksa Pinangki saat menjadi ketua Bhayangkari Rejang Lebong, Bengkulu pada 2018. Saat ini, Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan Jaksa tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan menerima suap sebesar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp 7,4 miliar. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung memberhentikan sementara Jaksa Pinangki Sirna Malasari dari status kepegawaiannya. Ia saat ini berstatus tersangka terkait dugaan gratifikasi dengan Djoko Tjandra.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, pemberhentian sementara Jaksa Pinangki tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pemberhentian dengan Hormat, Pemberhentian Tidak dengan Hormat, dan Pemberhentian Sementara, serta Hak Jabatan Fungsional Jaksa yang Terkena Pemberhentian.

    Hari menjelaskan, jika seorang pegawai negeri sipil tersangkut masalah hukum, maka diberhentikan sementara.

    "Masih diduga melakukan tindak pidana. Jadi belum dipecat. Lah nanti kalau ternyata tidak terbukti, kan harus dipulihkan," kata Hari saat dikonfirmasi pada Kamis, 20 Agustus 2020.

    Pemberhentian sementara Pinangki sudah dilakukan sejak 12 Agustus lalu. "Atau sehari setelah ditangkap, langsung diberhentikan sementara," ucap Hari.

    Kejaksaan Agung telah menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dan langsung menahannya pada 12 Agustus. Ia disebut-sebut telah menerima suap sebesar US$ 500 ribu atau sekitar Rp 7,4 miliar. Uang yang diterima dari Djoko itu terkait dengan sebuah fatwa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.