Selasa, 22 September 2020

Dewan Pengawas KPK Naikkan Kasus Helikopter Firli ke Sidang Etik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu dari tiga foto menunjukkan kegiatan Ketua KPK, Firli Bahuri, menumpangi helikopter berkode PK-JTO, turut dilampirkan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia yang dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020. Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia kembali mengadukan Ketua KPK, Firli Bahuri, ke Dewas KPK terkait pelanggaran kode etik karena bergaya hidup mewah dengan naik helikopteruntuk kepentingan pribadi. TEMPO/Imam Sukamto

    Satu dari tiga foto menunjukkan kegiatan Ketua KPK, Firli Bahuri, menumpangi helikopter berkode PK-JTO, turut dilampirkan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia yang dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020. Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia kembali mengadukan Ketua KPK, Firli Bahuri, ke Dewas KPK terkait pelanggaran kode etik karena bergaya hidup mewah dengan naik helikopteruntuk kepentingan pribadi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi telah menaikkan status penanganan kasus penggunaan helikopter oleh Ketua KPK Komisaris Jenderal Firli Bahuri ke tahap sidang etik.

    Dewas menyatakan akan segera menggelar sidang itu dalam waktu dekat. "Ini masih disusun jadwal (sidangnya)," kata Anggota Dewas KPK Harjono saat dihubungi Tempo, Rabu, 19 Agustus 2020.

    Harjono mengatakan Dewas menggelar sidang etik karena menemukan indikasi awal terjadinya pelanggaran kode etik yang dilakukan Firli. "Sidang etik itu untuk yang terindikasi, tapi terbukti tidaknya setelah nanti sidang," kata dia.

    Harjono berkata lima anggota Dewas KPK akan menjadi majelis dalam sidang itu. Dia belum bisa memastikan berapa lama sidang ini akan dilakukan.

    Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ini mengatakan sidang akan berlangsung tertutup. Meski demikian, Dewan Pengawas KPK akan mempublikasikan hasil sidang. "Sesuai aturan begitu," ujar dia.

    Firli dilaporkan Masyarakat Antikorupsi Indonesia karena diduga menggunakan helikopter mewah saat pergi dari Palembang ke Baturaja pada 20 Juni 2020. MAKI menduga tindakan itu melanggar kode etik perihal larangan bergaya hidup hedonisme bagi pegawai KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.