Terlibat Dugaan Pemerasan, Ketua Projo Sumatera Selatan Dinonaktifkan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pemerasan. shutterstock.com

    Ilustrasi Pemerasan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Pengurus Harian DPP Projo pada Selasa, 18 Agustus 2020 resmi menonaktifkan FY sebagai Ketua DPD Projo Sumatera Selatan.

    Wakil Ketua Umum DPP PROJO Freddy Alex Damanik mengatakan untuk menyikapi kasus yang sedang dihadapi oleh FY dan kawan-kawan.

    "DPP PROJO memutuskan menonaktifkan saudara FY sebagai Ketua DPD Projo Sumatera Selatan dan juga Pengurus Projo Sumsel lainnya yang terkait," kata Freddy dalam keterangan tertulis, Rabu 19 Agustus 2020.

    Freddy mengaku telah banyak menerima informasi terkait FY. Menurut informasi tersebut FY telah dijebak. Menurut versi Freddy, FY yang disuap agar Projo tidak membongkar praktek dugaan korupsi penyimpangan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

    DPP Projo, kata dia, akan mencari informasi lebih untuk mengungkap kebenaran terhadap permasalahan tersebut. Serta melihat perkembangan ke depan.

    Tim Penyidik Polres OKI, Sumatera Selatan melimpahkan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum pengurus ormas Projo terhadap ASN di Pemkab OKI pada Rabu, 12 Agustus 2020.

    Ada tiga tersangka yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap seorang aparatur sipil negara atau ASN yang diduga melakukan penyalahgunaan anggaran 2018. Tiga orang ini disebut bertindak atas nama pribadi dan tidak terkait dengan ormas Projo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.