Selasa, 22 September 2020

Ada Gatot Nurmantyo sampai Rocky Gerung, Ini Kutipan 4 Tokoh Saat Deklarasi KAMI

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan panglima TNI, Gatot Nurmantyo, dan mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dalam acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, 18 Agustus 2020. TEMPO/Ahmad Faiz

    Mantan panglima TNI, Gatot Nurmantyo, dan mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dalam acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, 18 Agustus 2020. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia  menggelar deklarasi KAMI pada 18 Agustus 2020. mereka menggelar deklarasi di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Sejumlah tokoh seperti Rocky Gerung dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo hadir dalam acara itu.

    Dalam deklrasi ini, KAMI menuntut delapan hal kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Maklumat Menyelamatkan Indonesia sudah kami sepakati oleh para deklarator. Memuat antara lain butir-butir keprihatinan kami terhadap kehidupan kebangsaan kita terakhir ini, khususnya dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum dan HAM, termasuk sumber daya alam," ujar Din Syamsudin pada Selasa, 18 Agustus 2020.

    Berikut kutipan beberapa tokoh tersebut saat deklarasi KAMI tersebut: 

    1. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin:

    - Deklarasi ini mengingatkan 75 tahun lalu ketika UUD 1945 disahkan pembukaannya, kami sepakati di dalamnya terdapat Pancasila.

    2. Akademikus, Rocky Gerung:

    - Menuntut pemerintah untuk mengusut secara sungguh-sungguh dan tuntas, terhadap pihak yang berupaya melalui jalur konstitusi, mengubah Dasar Negara Pancasila, sebagai upaya nyata untuk meruntuhkan NKRI hasil Proklamasi 17 Agustus 1945, agar tidak terulang upaya sejenis di masa yang akan datang

    3. Mantan Panglima TNI, Jenderal purnawirawan Gatot Nurmantyo:

    - Kami ingin menjadikan momentum peringatan proklamasi kemerdekaan RI ke-75 untuk jujur melihat diri apa yang belum benar dan apa yang masih keliru dari negeri ini.

    4. Ketua Umum Komite Khitthah Nahdlatul Ulama 1926 (KKNU-26) Rochmat Wahab:

    - Kita hadir di sini bukan hanya untuk show up, tapi ingin mewakili sebagai bukti kita punya tanggung jawab moral secara kolektif bersama-sama menyampaikan ke rakyat yang perlu mendapatkan jawaban, yang saat ini baru berbentuk pemikiran yang nantinya akan di-follow up dengan ide-ide konstruktif berupa rencana kebijakan yang kita berikan pada pihak yang punya tanggung jawab mengeksekusi kebijakan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.