Atasi Karhutla, BNPB Datangkan 2 Helikopter Buatan AS

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran hutan. REUTERS

    Ilustrasi kebakaran hutan. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mendatangkan dua armada helikopter mendukung penanganan bencana di Tanah Air. Dua helikopter itu berjenis Chinook dan Black Hawk buatan Amerika Serikat.

    BNPB menyewa armada tersebut untuk mendukung penanganan bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, distribusi logistik dan Covid-19.

    "Dalam konteks karhutla, heli Chinook dengan kode CH-47D dapat mengoptimalkan operasi udara water-bombing karena kapasitasnya membawa air mencapai 10.000 liter. Sebagai gambaran muatan heli jumbo ini, Chinook mampu membawa 1 unit mobil PCR Lab Covid-19 dan 1 unit mobil ambulans," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, melalui siaran pers pada Rabu, 19 Agustus 2020.

    Raditya menjelaskan, dua helikopter ini dapat mendukung operasi pengiriman logistik ke wilayah terdampak bencana. Ruang interior badan helikopter yang luas dapat membawa sekelompok warga saat evakuasi maupun mendukung operasi pencarian dan pertolongan atau SAR.

    Helikopter Chinook ini, kata Raditya, akan dioperasikan di enam provinsi prioritas mengalami karhutla. Selain itu, helikopter akan dioptimalkan untuk memberikan pelayanan laboratorium udara Covid-19 untuk daerah kepulauan yang selama ini sulit dijangkau .

    Sementara untuk helikopter jenis Sikorsky UH-60 Black Hawk, bakal digunakan untuk mendukung operasi pengeboman air untuk karhutla.

    "Kedua jenis armada tersebut melengkapi armada yang selalu digunakan, khususnya operasi karhutla, yakni helikopter jenis Kamov dan Mi-8. Kapasitas kedua helikopter ini lebih sedikit dibandingkan kemampuan Chinook, sekitar 4.000 liter," kata Raditya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.