Selasa, 22 September 2020

Polisi Tangkap Tersangka Penggerak Aksi Intoleran di Solo

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Polres Kota Surakarta Komisaris Besar Ade Safri Simanjutak saat memberikan keterangan perkembangan penanganan kasus aksi kekerasan oleh kelom;ok intoleran, usai apel bersama di parkir Stadion Manahan Solo, Selasa 18 Agustus 2020. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

    Kepala Polres Kota Surakarta Komisaris Besar Ade Safri Simanjutak saat memberikan keterangan perkembangan penanganan kasus aksi kekerasan oleh kelom;ok intoleran, usai apel bersama di parkir Stadion Manahan Solo, Selasa 18 Agustus 2020. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim gabungan Polres Kota Surakarta bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng kembali menangkap satu orang lagi yang terlibat kasus aksi kekerasan oleh kelompok intoleran di Kampung Metodranan, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

    "Kami berhasil menangkap satu orang lagi berinisial S warga Pasar Kliwon Solo yang terlibat kasus kekerasan yang dilakukan oleh kelompok intoleran," kata Kepala Polres Kota Surakarta Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak, usai kegiatan Apel Bersama di halaman parkir Stadion Manahan Solo, Selasa 18 Agustus 2020.

    Pada acara apel bersama yang dimpimin Kepala Polda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi tersebut diikuti, tujuh Kapolres Solo Raya dan 468 personel gabungan jajaran Polresta Surakarta, Satuan Brimob Polda Jateng, Sat Brimob Den C Surakarta, dan Raimas Dit Samapta Polda Jateng.

    Kapolres mengatakan pelaku S yang statusnya sudah dinyatakan tersangka tersebut ditangkap oleh tim gabungan di kawasan Pacitan, Jawa Timur, pada Minggu 16 Agustus.

    "Kami hingga sekarang sudah menangkap sebanyak 10 orang, dan enam di antaranya, sudah ditetapkan tersangka terlibat kasus aksi kekerasan. Pelaku S perannya salah satu penggerak aksi kekerasan yang dilakukan kelompok intoleran," kata Kapolresta.

    S yang ditangkap di Pacitan tersebut, kata Kapolres, langsung dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk proses hukum. S ini, sebagai penggerak dari salah satu kelompok yang turun di lokasi kejadian.

    "Kami tidak menyebut berapa orang yang terlibat kasus kekerasan itu, silakan untuk menyerahkan diri ke Polri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Kapolres.

    Namun, kata Kapolresta, hingga sekarang belum ada kelompok intoleran yang menyerahkan diri ke Polres.

    "Kami berjanji akan diproses hukum, semua pelaku yang terlibat aksi kekerasan itu. Kejadian aksi di Solo jangan sampai terulang lagi ke depan. Kami akan menegakkan hukum seadil-adilnya," katanya.

    Polisi akan memberikan jaminan, rasa aman, dan adil di tengah masyarakat. Sejak 9 Agustus hingga sekarang sudah 10 orang yang ditangkap, dan 6 orang di antaranya, ditetapkan sebagai tersangka.

    "Kami akan limpahkan lima berkas perkara yang akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Surakarta, dalam penelitian berkas pertama. Kelima dikenai pasal 160, dan atau dan 170 KUHP, tentang Tindak Pidana menghasut dan mengajak terjadinya aksi kekerasan bersama sama, ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.