Partainya Dukung Gibran Jokowi, Dua Pengurus PAN Mundur

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melakukan salam siku dengan Bakal Calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2020. Kunjungan Gibran dan wakilnya, Teguh Prakosa dalam rangka bersilaturahmi dan meminta dukungan kepada PAN atas pencalonan mereka maju dalam Pilwalkot Solo pada Desember 2020 mendatang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melakukan salam siku dengan Bakal Calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2020. Kunjungan Gibran dan wakilnya, Teguh Prakosa dalam rangka bersilaturahmi dan meminta dukungan kepada PAN atas pencalonan mereka maju dalam Pilwalkot Solo pada Desember 2020 mendatang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pengurus DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Solo mengundurkan diri usai turunnya rekomendasi partai untuk Gibran Rakabuming-Teguh Prakoso dalam pilkada Kota Solo. Mereka mengaku kecewa dengan mekanisme partai dalam mengeluarkan rekomendasi itu.

    "Surat pengunduran diri sudah saya layangkan," kata Wakil Ketua Bidang Pengkaderan DPD PAN Kota Solo, Putri Listyandari, Ahad, 16 Agustus 2020. Langkah itu diambil bersama salah satu pengurus lainnya, Siti Nur Zulaikha, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPD PAN Kota Solo.

    Menurutnya, keputusan dalam menerbitkan rekomendasi itu diambil tanpa melalui mekanisme yang ideal. "Seharusnya dimulai dengan menyerap aspirasi tingkat bawah, paling tidak pengurus tingkat kecamatan," kata Putri.

    Putri mengakui DPD PAN Solo sempat menggelar rapat pleno untuk mengajukan usulan rekomendasi kepada DPP PAN yang digelar pekan lalu. Hanya saja, dia menganggap rapat itu hanya formalitas. "Pasangan calon yang akan didukung sudah dihadirkan dalam rapat itu," kata dia.

    Selain telah menghadirkan pasangan calon yang hendak didukung, rapat itu menurutnya juga berlangsung tidak demokratis. "Saya hendak bertanya soal visi misi namun tidak diberi kesempatan," ujar Putri. Padahal, dia merasa partai sangat perlu untuk mengetahui visi dan misi dari calon yang akan didukung.

    Meski demikian, Putri mengaku tidak mempermasalahkan mengenai pribadi calon yang akan didukung dalam pilkada Solo ini. "Yang sangat kami kecewakan adalah mekanismenya," katanya. Hal itu membuat dia memilih memutuskan untuk mundur dari kepengurusan.

    Ketua DPD PAN Kota Solo Achmad Sapari menyebut mundurnya dua pengurus itu tidak akan mempengaruhi kesiapan partainya dalam menyambut pilkada. "Kepengurusan kami memang sudah habis di bulan-bulan ini," katanya.

    Dia juga membantah bahwa proses turunnya rekomendasi itu dianggap tidak demokratis. "Dukungan ini merupakan keputusan dalam rapat pleno yang diambil secara bulat dan aklamasi," ucap Sapari. Menurut dia, tidak ada beda pendapat dalam rapat yang digelar pada pekan lalu itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.