Jubir Bilang Tak Tahu Hubungan Ma'ruf Amin dengan Saksi Kasus Djoko Tjandra

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djoko Tjandra (baju tahanan) saat akan diserahkan dari Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, di Lobby Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Djoko Tjandra (baju tahanan) saat akan diserahkan dari Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, di Lobby Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengaku tak tahu hubungan antara Ma'ruf dengan Rahmat, salah satu saksi kunci dalam kasus pelarian Djoko Tjandra.

    "Wah, saya tidak mengerti," kata Masduki saat dikonfirmasi Tempo, Sabtu, 15 Agustus 2020.

    Meski begitu, Masduki menduga foto itu diambil pada saat masa kampanye pemilihan presiden 2019. Saat itu, ia mengatakan banyak orang yang memang berfoto dengan Ma'ruf.

    "Apalagi di saat kampanye setiap pihak punya peluang untuk mendekat ke tokoh-tokoh tertentu. Bisa saja peluang itu dimanfaatkan dengan baik oleh pihak-pihak tertentu juga," ujar Masduki.

    Belakangan, beredar foto Ma'ruf dengan sosok bernama Rahmat. Nampak dalam foto tersebut Rahmat duduk bersama Ma'ruf dalam satu meja. Bahkan di salah satu foto, nampak Ma'ruf tengah mengecup dahi Rahmat.

    Foto Rahmat yang berkepala pelontos sebelumnya juga beredar. Namun ia nampak dalam salah satu foto bersama Anita Kolopaking dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Kedua sosok tersebut saat ini telah menjadi tersangka dalam pelarian Djoko Tjandra.

    Mabes Polri mengatakan mereka tengah memeriksa Rahmat sebagai salah satu dari empat saksi dalam kasus tersebut. Rahmat yang merupakan Pengawas Koperasi Nusantara, disebut Polri mengajak Anita menjadi kuasa hukum Djoko Tjandra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?