Pemkab Bantul Beri Gizi Balita dari Pintu ke Pintu untuk Cegah Stunting

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stunting atau gizi buruk. Shutterstock

    Ilustrasi stunting atau gizi buruk. Shutterstock

    TEMPO.CO, Bantul - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan tambahan makanan dan gizi kepada bayi usia bawah lima tahun. Langkah ini sebagai upaya mencegah stunting pada balita.

    "Pemberian gizi tetap kami berikan melalui kader PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga) di posyandu secara door to door (dari pintu ke pintu)," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul Fauzan di Bantul, Ahad, 16 Agustus 2020. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis pada awal-awal masa pertumbuhan.

    Menurut dia, kegiatan door to door itu dilakukan karena pemberian gizi harus dikerjakan secara berkesinambungan. Di sisi lain, dalam kondisi pandemik Covid-19, pengawasan dan pemantauan tinggi badan balita ini agak terhambat.

    "Maka itu silahkan dari kader door to door, artinya jangan sampai kita kehilangan data pertumbuhan balita yang harusnya tiap bulan ada pemantauan," ujar Fauzan.

    Dia mengatakan, dalam penanganan stunting itu juga selalu diberikan makanan tambahan, pemberian tablet vitamin, juga edukasi-edukasi kepada orang tua balita.

    Sementara itu, terkait dengan data balita stunting di wilayah Bantul yang terdata terakhir pada Dinkes, sebanyak 7,73 persen dari seluruh balita yang ditimbang. "Saya lupa jumlah secara angkanya, tetapi persentasenya masih rendah dibanding yang nasional," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?