Berpotensi Sendirian di Pilkada Surabaya, PDIP Disebut Punya Modal Kuat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Pertahanan Keamanan Puan Maharani dalam acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Pertahanan Keamanan Puan Maharani dalam acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik sekaligus peneliti Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdusalam, membeberkan sejumlah faktor bagaimana kekuatan dan kesiapan PDIP di Pilkada Surabaya yang tidak bisa dipandang remeh.

    Pertama, menurut dia, faktor sejarah dalam pemilu langsung di mana PDIP selalu menang di Surabaya. "Ini bisa mempengaruhi warga untuk memilih lagi," ujar Surokim, Sabtu, 15 Agustus 2020.

    Kedua, karakteristik warga Kota Surabaya yang identik dengan kota perjuangan bisa digarap PDIP dengan baik. "Lihat saja, PDIP selalu mengusung jargon gotong royong. Meski pemilih di Surabaya sangat heterogen, tetapi gotong royong itu bisa masuk ke masyarakat langsung," kata dia.

    Tak heran, tutur Surokim, jika PDIP punya pemilih yang solid. Rata-rata selama ini berdasarkan statistik kajian Pemilu, pemilih partai yang patuh pada rekomendasi partai dalam Pilkada hanya sekitar 30-50 persen.

    "Tapi, PDIP berbeda. Loyalitas orang yang memilih PDIP untuk mengikuti rekomendasi PDIP di Pilkada bisa tembus 60 persen. Apalagi, PDIP pernah mengusung calon dan menang di Surabaya, lalu dianggap sebagai sosok yang sukses membawa Surabaya, yaitu Bu Risma. Ini akan menambah kepercayaan masyarakat terhadap PDIP dan calonnya di Surabaya," katanya.

    Sebelumnya, Surokim memprediksi pertarungan di Pilkada Surabaya 2020 bakal sengit. Sebab, kata dia, bakal calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin yang didukung sebagian besar partai akan melawan calon yang diusung partai besar, yakni PDI Perjuangan.

    "PDIP jelas sangat siap. Kalaupun PDIP berjuang sendiri melawan koalisi besar (Machfud Arifin) itu tidak jadi masalah. Tidak ada istilah koalisi gajah lawan semut di Pilkada Surabaya. Ini gajah lawan gajah," ujar Surokim.

    Hingga kini, PDI Perjuangan belum mengumumkan nama pasangan calon di Pilkada Surabaya yang bakal digelar pada 9 Desember 2020. Sedangkan calon lawannya, yaitu Machfud Arifin, sudah mengumumkan diri dan rajin kampanye tiap hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?