Deklarasi KAMI, Din Syamsuddin Sebut Akan Sampaikan 8 Tuntutan ke Pemerintah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menjawab pertanyaan wartawan saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa, 25 September 2018. Kedatangannya ke Istana terkait pengunduran dirinya dari jabatan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban. TEMPO/Ahmad Faiz

    Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menjawab pertanyaan wartawan saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa, 25 September 2018. Kedatangannya ke Istana terkait pengunduran dirinya dari jabatan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) akan mendeklarasikan diri pada 18 Agustus 2020 mendatang, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat pukul 10.00 WIB. Dalam pembacaan deklarasi tersebut, KAMI disebutkan akan membacakan maklumat bagi pemerintah.

    "Kami akan mengeluarkan maklumat yang diberi judul maklumat menyelamatkan Indonesia yang sudah disusun oleh komite kerja, dan telah dibawa ke musyawarah dan disepakati," ujar Din Syamsuddin, salah satu inisiator KAMI, dalam konferensi pers, Sabtu, 15 Agustus 2020.

    Din mengatakan belum dapat menjelaskan secara lengkap isi maklumat tersebut. Namun secara umum, maklumat itu akan memuat butir-butir keprihatinan KAMI terhadap kehidupan kebangsaan Indonesia belakangan, khususnya dalam bidang ekonomi, politik, hukum, dan HAM. Din mengatakan setidaknya ada 8 tuntutan dalam maklumat tersebut.

    "Ada tuntutan kepada penyelenggara negara, kepada pemerintah, sekaligus spesifik kepada presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Inilah kira-kira gambaran dari maklumat menyelamatkan Indonesia yang akan kami sampaikan pada selasa 18 Agustus 2020," ujar Din.

    Ia mengatakan alasan pembentukan koalisi adalah adanya persamaan pikiran dan pandangan bahwa kehidupan dan kenegaraan Indonesia saat ini telah menyimpang dari cita-cita nasional dan dari nilai-nilai dasar yang telah disepakati pendiri bangsa.

    "KAMI dapat membuktikan telah terjadi penyimpangan dan penyelewengan terhadap nilai nilai itu. Semua bersepakat," kata Din.

    Selain itu, ia mengatakan KAMI sebenarnya masih menaruh harapan khususnya kepada partai politik dan DPR. Saat ini, Din mengatakan para wakil rakyat itu tak mau menyuarakan aspirasi rakyat. "Inilah yang membuat kami, kita semua turun sendiri untuk menyuarakan suara kita, pikiran kita," kata Din Syamsuddin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.