Din Syamsuddin Sebut Ada 150 Tokoh Merapat ke KAMI

Reporter

Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, memberi keterangan seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo dalam membahas pengunduran diri sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) akan mendeklarasikan diri pada 18 Agustus 2020, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat pukul 10.00 WIB. Koalisi yang mereka klaim sebagai gerakan moral ini akan dideklarasikan oleh beberapa tokoh nasional, salah satunya ialah Din Syamsuddin.

"Peringatan deklarasi tersebut juga akan dilaksanakan bersamaan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia ke-75, sekaligus bagi kami peringatan ditetapkannya Pancasila sebagai dasar negara," kata Din Syamsuddin, salah satu inisiator KAMI, dalam konferensi pers, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Din mengatakan setidaknya ada 150 tokoh yang telah sepakat dan ikut serta dalam deklarasi ini. Selain dia, ada nama-nama seperti Rachmawati Soekarnoputri, eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Front Pembela Islam Sobri Lubis. 

Lalu ada mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, akademisi Rocky Gerung, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, hingga pakar hukum tata negara Refly Harun.

Din menyebut Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia terdiri dari berbagai elemen bangsa. Mulai dari tokoh lintas agama, akademisi, aktivis, kaum buruh, dan berbagai sosok lintas generasi. Bahkan dukungan terhadap gerakan ini, ia sebut, berasal dari dalam dan luar negeri. Hal ini, menurut Din, dibuktikan dengan telah dibentuknya KAMI di berbagai daerah di Indonesia dan di luar negeri.

Adapun alasan pembentukan KAMI, menurut Din, adalah adanya persamaan pikiran dan pandangan bahwa kehidupan dan kenegaraan Indonesia saat ini telah menyimpang dari cita-cita nasional dan dari nilai-nilai dasar yang telah disepakati pendiri bangsa.

"KAMI dapat membuktikan telah terjadi penyimpangan dan penyelewengan terhadap nilai nilai itu. Semua bersepakat," kata Din.

Selain itu, ia mengatakan, KAMI sebenarnya masih menaruh harapan khususnya kepada partai politik dan DPR. Saat ini, Din mengatakan para wakil rakyat itu tak mau menyuarakan aspirasi rakyat. "Inilah yang membuat kami, kita semua turun sendiri untuk menyuarakan suara kita, pikiran kita," kata dia.

Din mengatakan sebagai gerakan moral, maka gerakan yang dia gagas itu juga berdimensi politik. Namun ia menolak gerakan dia disebut sebagai politik praktis. Ia menyebut gerakannya adalah politik moral yang lebih tinggi dari politik praktis.

"Dan ini dijamin oleh Undang-Undang untuk berserikat, untuk melakukan social control, pengawasan sosial. Dengan kritik, dengan koreksi, bahwa nanti pendukung kami, jejaringnya, melakukan aksi-aksi itu bagian dari gerakan moral, terutama untuk menyampaikan pendapat," kata Din.






Menjelang Pilpres 2024, AHY: Kita Terus Yakinkan agar Terjadi Poros Perubahan

1 hari lalu

Menjelang Pilpres 2024, AHY: Kita Terus Yakinkan agar Terjadi Poros Perubahan

AHY mengaku intensif membangun komunikasi dengan Nasdem dan PKS agar terbentuk poros perubahan pada Pemilu 2024.


Benazir Bhutto Perdana Menteri Perempuan Pertama di Pakistan, Akhir Hidup yang Tragis

6 hari lalu

Benazir Bhutto Perdana Menteri Perempuan Pertama di Pakistan, Akhir Hidup yang Tragis

Benazir Bhutto merupakan perdana menteri perempuan pertama di Pakistan. Ia tewas akibat dibunuh sekelompok orang tak dikenal pada Desember 2007.


Raja Malaysia Segera Bentuk Pemerintahan Baru

16 hari lalu

Raja Malaysia Segera Bentuk Pemerintahan Baru

Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong Abdullah akan segera memutuskan pembentukan pemerintahan Malaysia yang baru. Warga diminta tenang.


Amankan Suara Mayoritas, Muhyiddin Yassin Calon Perdana Menteri Malaysia Baru

17 hari lalu

Amankan Suara Mayoritas, Muhyiddin Yassin Calon Perdana Menteri Malaysia Baru

Pemerintahan Malaysia baru akan terbentuk setelah Muhyiddin Yassin berhasil mengamankan suara mayoritas di parlemen.


Profil Ibu Negara Turki Emine Erdogan, Mendorong Partisipasi Aktif Wanita dalam Politik di Turki

19 hari lalu

Profil Ibu Negara Turki Emine Erdogan, Mendorong Partisipasi Aktif Wanita dalam Politik di Turki

Ibu Negara Turki Emine Erdogan turut mendampingi sang suami Recep Tayyip Erdogan menghadiri G20 di Bali. Aktivitas sosialnya untuk wanita Turki.


Hari ini 110 Tahun Muhammadiyah, Sejak Awal KH Ahmad Dahlan Bukan Mendirikan Organisasi Politik

20 hari lalu

Hari ini 110 Tahun Muhammadiyah, Sejak Awal KH Ahmad Dahlan Bukan Mendirikan Organisasi Politik

Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, 110 tahun lalu, tepatnya 18 November 2022. Berikut alasan KH Ahmad Dahlan mendirikan organisasi keagamaan ini.


Reaksi Beragam Warga Menjelang Pemilu Malaysia

21 hari lalu

Reaksi Beragam Warga Menjelang Pemilu Malaysia

Gejolak politik di Malaysia telah menguras tenaga para pemilih. Pemilu Malaysia akan diselenggarakan pada 19 November 2022.


Soal Dukungan ke Anies Baswedan, Demokrat Sebut Pertemuan Tiga Partai Bakal Makin Rutin

21 hari lalu

Soal Dukungan ke Anies Baswedan, Demokrat Sebut Pertemuan Tiga Partai Bakal Makin Rutin

Juru bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyebut Anies Baswedan sudah disambut di ruang keluarga koalisi perubahan


Ivanka Trump Plih Fokus Mengasuh Anak-anak saat Ayahnya Maju Jadi Capres AS

21 hari lalu

Ivanka Trump Plih Fokus Mengasuh Anak-anak saat Ayahnya Maju Jadi Capres AS

Sejak Donald Trump kalah di Pilpres AS tahun 2020, Ivanka Trump bersama suami dan ketiga anaknya membangun kehidupan baru di Miami, Florida.


Menyebut Penikmat Roti Bodoh, Ketua Serikat Pekerja Produsen Roti Turki Ditahan

28 hari lalu

Menyebut Penikmat Roti Bodoh, Ketua Serikat Pekerja Produsen Roti Turki Ditahan

Karena mengatakan roti adalah makanan pokok bagi masyarakat bodoh, ketua serikat pekerja produsen roti Turki ditahan.