Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Secapa AD Dinyatakan Sembuh

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penunjuk arah menuju Secapa TNI AD di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Hanya ada 17 orang yang saat ini dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Dustira Cimahi, sementara sisanya tidak menunjukkan gejala. TEMPO/Prima mulia

    Penunjuk arah menuju Secapa TNI AD di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Hanya ada 17 orang yang saat ini dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Dustira Cimahi, sementara sisanya tidak menunjukkan gejala. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Seluruh pasien positif Covid-19 yang berasal dari klaster Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD), telah dinyatakan sembuh. Hal ini dipastikan setelah hasil swab terhadap 4 pasien positif terkait keluar pada hari ini, Sabtu, 15 Agustus 2020.

    "Jadi dari total 1.308 pasien positif Covid 19 di Secapa AD, pada hari ini tidak ada lagi yang positif, semua sudah sembuh," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Nefra Firdaus dalam keterangan tertulis.

    Klaster Secapa AD berawal dari dua perwira siswa yang berobat di Rumah Sakit Dustira di Kota Cimahi. Kepala Satuan Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa mengatakan penyebaran terjadi secara cepat.

    “Yang satu keluhan karena bisul, berarti demam karena adanya infeksi dan satu lagi masalah tulang belakang atau HMP. Tapi ternyata saat mereka di-swab dan positif,” ujar Andika pada saat kasus mulai merebak.

    KASAD mengaku hari itu juga menerima laporan tersebut. Andika pun langsung mengirim alat rapid test dari Jakarta sebanyak 1.250.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kasus Secapa AD yang ada di Hegarmanah, Bandung tersebut menjadi anomali di tengah penanganan Covid-19 di Jawa Barat. Pasalnya, Jawa Barat menjadi salah satu daerah terpadat yang berhasil menekan angka penularan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.