Fakta Perseteruan Partai Berkarya Kubu Tommy Soeharto Vs Muchdi Pr

Reporter

Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto di Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Dualisme di tubuh Partai Berkarya antara kubu Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi Pr dengan kubu Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto belum mereda. Terakhir kubu Muchdi mengancam akan mencopot kader yang masih loyal pada Tommy apabila tidak hadir dalam Rapat Kerja Nasional.

Berikut fakta-fakta perseteruan kubu Tommy dan Muchdi:

- Dimulai dari Presidium Penyelamat Partai Berkarya

Dualisme di Partai Berkarya diketahui berawal dari dibentuknya Presidium Penyelamat Partai Berkarya pada Maret 2020 lalu. Presidium ini menurut Ketua panitia Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang, dibentuk karena beberapa pihak merasa kepemimpinan Tommy tidak progresif.

Badar mengatakan selama dua tahun terakhir kader menantikan petunjuk bagaimana menjalankan organisasi yang baik. Namun menurutnya tak ada arahan dari Tommy Soeharto selama ini. Bahkan putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu juga tak melakukan evaluasi atas hasil Pemilu 2019. "Tidak ada rapat-rapat," ujar Badaruddin.

Mantan Komandan Kopassus TNI Angkatan Darat, Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono. TEMPO/Aditia Noviansyah

Presidium ini kemudian merumuskan Munaslub, karena sudah sangat jenuh menunggu arahan Tommy.

Saat kubu Badar cs membentuk Presidium, kubu Tommy segera menggelar rapat pleno dan rapat pimpinan nasional. Dalam rapat pleno yang digelar Rabu lalu, 8 Juli 2020, Tommy mengatakan akan mencabut keanggotaan dan mencopot kader yang ingin menggelar Munaslub.

Tommy dan Sekretaris Jenderal Berkarya Priyo Budi Santoso sempat mendatangi lokasi Munaslub di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu 11 Juli 2020.

- Munaslub Tunjuk Muchdi Pr Jadi Ketua Umum

Badar mengatakan penunjukan Muchdi didasari keinginan untuk merevitalisasi marwah partai menjadi lebih baik. "Selama ini pengelolaannya tidak terlalu baik menurut teman-teman kader dan cenderung vakum," kata Badaruddin kepada Tempo, Ahad, 12 Juli 2020.

Kubu Tommy menganggap Munaslub yang digelar Badar cs sebagai forum ilegal. Ketua DPP Partai Berkarya Vasco Ruseimy mengatakan acara itu sudah dibubarkan langsung oleh Tommy sebelum dimulai.

"Munaslub dari mana? Toh kemarin kan acara ilegal tersebut sudah dibubarkan langsung oleh ketua umum kami, Pak Tommy Soeharto," kata Vasco kepada Tempo, Ahad, 12 Juli 2020.

Vasco mengatakan partai memiliki aturan untuk menggelar kegiatan yang mengatasnamakan partai, termasuk Munaslub. Ia mengatakan aturan-aturan itu ada dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga partai.

"Bukan seenaknya begitu. Pesertanya siapa, penyelenggaranya apa, dan atas dasar apa. Itu kan enggak jelas," kata Vasco.

- Hasil Munaslub Disahkan Kemenkumham

Badar yang kemudian menjadi Sekretaris Jenderal Berkarya hasil Munaslub menemui Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly untuk melaporkan hasil Munaslub partai yang berlangsung di Jakarta, 11-12 Juli 2020.

Pertemuan yang dilakukan di Gedung Kemenkumham dihadiri Ketua Harian Partai Berkarya Sonny Pudjisasono dan Bendahara Umum Harri Saputra Yusuf. "Kami menghadap dan melapor ke Pak Menkumham tentang keberadaan Partai Berkarya yang baru melaksanakan Munaslub," kata Badar, Kamis, 23 Juli 2020.

Dua pekan kemudian Badar menyatakan pengesahan kepengurusan Berkarya yang diketuai Muchdi Pr sudah tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-17.AH.11.01 tahun 2020 tertanggal 30 Juli 2020.

"Perubahan mendasar adalah Ketua Umum dari Hutomo Mandala Putra ke Muchdi Purwoprandjono, Sekretaris Jenderal dari Priyo Budi Santoso kembali ke Badaruddin Andi Picunang dan Ketua Dewan Pembina tetap, yakni Hutomo Mandala Putra," kata Badaruddin dalam keterangannya, Rabu, 5 Agustus 2020.

Dalam struktur anyar yang dilampirkan, nama Tommy Soeharto tercantum sebagai Ketua Dewan Pembina.

Yasonna kemudian mengakui telah menerbitkan dua Surat Keputusan untuk Partai Berkarya yang diajukan kubu Muchdi Pr. Dua SK bertarikh 30 Juli 2020 itu masing-masing mengenai pengesahan perubahan AD/ART dan kepengurusan Berkarya periode 2020-2025 di bawah Muchdi Pr.

"Benar, teknis tanya Pak Dirjen," kata Yasonna kepada Tempo, Kamis malam, 6 Agustus 2020.

Tommy mengaku keberatan namanya dicatut dalam kepengurusan Partai Berkarya kubu Muchdi Purwopranjono alias Muchdi Pr.

"Saya amat keberatan nama saya digunakan, dipublikasikan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Beringin Karya (Berkarya) tanpa seizin maupun sepengetahuan saya yang diumumkan di publik, sebagaimana jelas tertera dalam SK Menkumham nomor M.HH-17.AH.11.01 Tahun 2020," tulis Tommy dalam surat pernyataannya, Jumat, 14 Agustus 2020.

Tommy Soeharto menuturkan ia tidak mengakui hasil musyawarah nasional luar biasa Partai Berkarya yang digelar pada 11-12 Juli 2020 di Jakarta. Dalam Munaslub itu, Muchdi Pr terpilih sebagai ketua umum dan Badaruddin Andi Picunang menjabat sebagai sekretaris jenderal.

"Saya menyatakan Partai Berkarya tetap sesuai dengan SK No.MHH-04.AH.11.01 Tahun 2018 tanggal 25 April 2018," ujar putra Presiden Indonesia ke-2 Soeharto itu.






DJKN : Aset Jiwasraya dan Tommy Soeharto belum Laku Dilelang, Total Nilainya Rp 5,4 Triliun

16 hari lalu

DJKN : Aset Jiwasraya dan Tommy Soeharto belum Laku Dilelang, Total Nilainya Rp 5,4 Triliun

Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara atau DJKN Joko Prihanto mengatakan aset Jiwasraya dan Tommy Soeharto belum laku dilelang


Tak Hanya Romahurmuziy, Ini Sederet Nama Eks Narapidana yang Kembali Berkiprah di Parpol

33 hari lalu

Tak Hanya Romahurmuziy, Ini Sederet Nama Eks Narapidana yang Kembali Berkiprah di Parpol

Eks Ketum PPP Romahurmuziy kembali menjadi pengurus di partai ramai menjadi pembicaraan. Berikut ini napi yang kembali masuk politik


LBH Jakarta Sebut Tim Adhoc Munir Perlu Dukungan Penuh Pemerintah

41 hari lalu

LBH Jakarta Sebut Tim Adhoc Munir Perlu Dukungan Penuh Pemerintah

Tim Adhoc Munir dinilai memerlukan dukungan penuh dari pemerintah. Presiden Jokowi diminta tampil ke publik membicarakan masalah ini.


Gagal Jadi Peserta Pemilu 2024, Partai Berkarya Daftarkan Gugatan ke Bawaslu

50 hari lalu

Gagal Jadi Peserta Pemilu 2024, Partai Berkarya Daftarkan Gugatan ke Bawaslu

Partai Berkarya mendaftarkan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu perihal tidak masuknya partai itu sebagai peserta Pemilu 2024.


Satgas BLBI Akui Kesulitan Lelang Aset Tommy Soeharto Senilai Rp 2,4 Triliun

14 Oktober 2022

Satgas BLBI Akui Kesulitan Lelang Aset Tommy Soeharto Senilai Rp 2,4 Triliun

Rionald mengatakan Satgas BLBI akan mengusahakan agar aset-aset itu dapat dimanfaatkan.


Aset Tommy Soeharto yang Dilelang Tak Kunjung Laku, Kemenkeu: Nilainya Tinggi

17 September 2022

Aset Tommy Soeharto yang Dilelang Tak Kunjung Laku, Kemenkeu: Nilainya Tinggi

Kemenkeu mengonfirmasi aset-aset milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang telah disita dan dilelang pemerintah tak kunjung laku.


Profil Muchdi Pr dan Perannya dalam Pusaran Kasus Pembunuhan Munir

13 September 2022

Profil Muchdi Pr dan Perannya dalam Pusaran Kasus Pembunuhan Munir

Sosok Muchdi Pr mendapat sorotan publik setelah peretas Bjorka membocorkan kronologis pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.


Muchdi Pr Disebut Bjorka Dalang Pembunuhan Munir, Berikut Profilnya

12 September 2022

Muchdi Pr Disebut Bjorka Dalang Pembunuhan Munir, Berikut Profilnya

Muchdi Pr merupakan Danjen Kopassus dan Deputi V BIN yang sempat berkomunikasi dengan Pollycarpus sebagai pembunuh Munir.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bjorka Ungkap Data Muchdi hingga Istana Presiden

11 September 2022

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bjorka Ungkap Data Muchdi hingga Istana Presiden

Topik tentang pembocor Bjorka membagikan tulisannya soal pembunuhan aktivis HAM Munir menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Muchdi Pr Disinggung Bjorka soal Munir, Sekjen Partai Berkarya: di Pengadilan Tak Terbukti

11 September 2022

Muchdi Pr Disinggung Bjorka soal Munir, Sekjen Partai Berkarya: di Pengadilan Tak Terbukti

Menurut Badaruddin,hacker Bjorka yang membuka kembali nama Muchdi Pr dalam kaitan kasus Munir memiliki niat tertentu.