Bareskrim Bagi Kasus Djoko Tjandra Jadi 3 Kluster

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. Kejaksaan Agung mengeksekusi buron hak tagih Bank Bali, Djoko akan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba cabang Mabes Polri terkait kasus Bank Bali. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung memvonis Djoko 2 tahun penjara. TEMPO/Subekti.

    Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. Kejaksaan Agung mengeksekusi buron hak tagih Bank Bali, Djoko akan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba cabang Mabes Polri terkait kasus Bank Bali. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung memvonis Djoko 2 tahun penjara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kasus Djoko Tjandra dibagi menjadi tiga klaster. Ini dilakukan setelah Bareskrim melakukan gelar perkara yang juga dihadiri perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat, 14 Agustus 2020.

    “Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi Polri untuk memproses kasus yang terjadi terhadap Djoko Tjandra dan meningkatkan sinergitas dengan aparat penegak hukum,” ujar Listyo di Bareskrim Polri pada Jumat, 14 Agustus 2020.

    Pada klaster pertama di tahun 2008-2009, kata Listyo, terdapat informasi yang didalami terkait dugaan penyalahgunaan wewenang.

    Klaster kedua, ujar Sigit, terjadi sekitar November 2019 terkait pertemuan Djoko, P, dan ANT dalam upaya merencanakan pengurusan fatwa dan proses Peninjauan Kembali yang sudah disidik oleh Kejaksaan.

    Adapun klaster ketiga mengenai proses penghapusan red notice, pembuatan dan penggunaan surat jalan palsu yang tersangkanya sudah ditetapkan beberapa waktu yang lalu.

    “Hari ini proses gelar untuk mendalami masalah aliran dana,” ungkap dia. Dalam proses selanjutnya, Listyo mengatakan Polri akan terus berkoordinasi dengan KPK.

    MUHAMMAD BAQIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.