Pendiri Sekolah Cikal Hibahkan 'Merdeka Belajar' ke Kemendikbud

Reporter

Pendiri sekolah Cikal, Najelaa Shihab dan CEO Konekindonesia Marthella Rivera Roidatua. Dok. Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Sekolah Cikal menghibahkan merek Merdeka Belajar ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tanpa kompensasi apapun.

Pendiri Cikal, Najelaa Shihab, mengatakan Cikal sebenarnya sudah menggunakan jargon ini sejak 2015. Tujuannya untuk menggerakkan perubahan pendidikan. Program ini pun, kata Najelaa, sudah dipraktikkan dalam kurikulum, pelatihan, dan publikasi Yayasan Guru Belajar.

“Atas masukan berbagai pihak, sekarang kami memperkuat surat pernyataan itu dengan keputusan menghibahkan hak atas merek Merdeka Belajar ke Kemendikbud,” kata Najelaa lewat keterangan tertulis pada Jumat, 14 Agustus 2020. Pengalihan hak atas merek ini diharapkan mengakhiri polemik penggunaan kata Merdeka Belajar.

Najelaa mengatakan penyerahan ini tanpa biaya atau kewajiban pembayaran apapun. "Dengan catatan, kami dan siapapun masih bisa menggunakannya tanpa kompensasi apapun untuk kepentingan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Najelaa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan nama 'Merdeka Belajar' sebagai payung besar kebijakan pendidikan nasional.

Belakangan, beberapa pihak mempertanyakan penggunaan jargon tersebut. Sebab, Merdeka Belajar sudah sejak lama didaftarkan sebagai merek oleh Sekolah Cikal. Mereka ingin memastikan bahwa penggunaan idiom Merdeka Belajar tidak akan menimbulkan implikasi hukum di kemudian hari.

Najelaa mengatakan, pada 1 Maret 2018, Sekolah Cikal mendaftarkan hak atas merek Merdeka Belajar ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tujuannya, melindungi keberlangsungan upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini.

“Kami mendaftarkan hak atas merek, bukan hak paten. Sejak awal, kami tidak bermaksud untuk mencari keuntungan komersial. Sesuai yang kami nyatakan dan lakukan, selama ini kami tidak pernah mempersoalkan penggunaan Merdeka Belajar untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan”, kata Najelaa.






Dirut LPDP: Target Beasiswa Kemendikbud 282.334 Orang

3 hari lalu

Dirut LPDP: Target Beasiswa Kemendikbud 282.334 Orang

LPDP menyebut target beasiswa kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebanyak 282.334 orang.


Unpar Buka Program Proyek Desa, Beri Pendanaan Rp 35 Juta hingga Bobot 20 SKS

3 hari lalu

Unpar Buka Program Proyek Desa, Beri Pendanaan Rp 35 Juta hingga Bobot 20 SKS

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) membuka program Proyek Desa bagian MBKM.


Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

8 hari lalu

Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

Kampus Mengajar merupakan salah satu program yang dicanangkan Kemdikbud. Siapakah yang mengajar dan untuk siapa?


Pendaftaran Beasiswa IISMA Dibuka Februari, Bisa Kuliah di Yale University hingga UCL

9 hari lalu

Pendaftaran Beasiswa IISMA Dibuka Februari, Bisa Kuliah di Yale University hingga UCL

Pendaftaran beasiswa IISMA dibuka hingga 1 Maret 2023.


Kekerasan Seksual Masih Marak Di Dunia Pendidikan. LPSK Sebut Perlu Adanya Bersih-Bersih Total

14 hari lalu

Kekerasan Seksual Masih Marak Di Dunia Pendidikan. LPSK Sebut Perlu Adanya Bersih-Bersih Total

Wakil Ketua LPSK Livia Iskandar mengatakan lembaganya mencatat aduan kekerasan seksual di dunia pendidikan masih banyak terjadi.


Binus University dengan Seoul Institute of the Arts Buka Kerja Sama

15 hari lalu

Binus University dengan Seoul Institute of the Arts Buka Kerja Sama

Telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Binus University dengan Seoul Institute of the Arts yang menjadi bukti kemitraan kedua negara


Dari Progresivisme hingga Esensialisme, Inilah 4 Aliran Fundamental Filsafat Pendidikan

15 hari lalu

Dari Progresivisme hingga Esensialisme, Inilah 4 Aliran Fundamental Filsafat Pendidikan

Eksistensi filsafat sebagai The Mother of Sciences telah melahirkan berbagai aliran, termasuk dalam hal filsafat pendidikan.


Bukan Sekadar Biar Pintar, Ini 7 Alasan Kenapa Sekolah itu Penting

17 hari lalu

Bukan Sekadar Biar Pintar, Ini 7 Alasan Kenapa Sekolah itu Penting

Berikut alasan kenapa sekolah itu penting dari segi ilmu dan pembentukan karakter termasuk kecerdasan intelektual (IQ) serta emosional (EQ)


Mahasiswa Vokasi Kini Bisa Ikut di Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

17 hari lalu

Mahasiswa Vokasi Kini Bisa Ikut di Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Pada tahun ini PMM dibuka untuk kampus vokasi.


Menaker Beberkan Tantangan Penurunan Pengangguran di Indonesia, Apa Saja?

17 hari lalu

Menaker Beberkan Tantangan Penurunan Pengangguran di Indonesia, Apa Saja?

Ida mengatakan dari 2,8 juta pengangguran yang mengalami hopeless of job itu, sekitar 76,90 persen merupakan pengangguran berpendidikan rendah.