Puan Maharani: DPR Terus Bahas RUU Cipta Kerja Secara Transparan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Rapat beragendakan mendengarkan Pidato Ketua DPR RI, dan Pandangan Fraksi-Fraksi atas keterangan Pemerintah terhadap kerangka ekonomi macro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) RAPBN tanun anggaran 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR RI Puan Maharani saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Rapat beragendakan mendengarkan Pidato Ketua DPR RI, dan Pandangan Fraksi-Fraksi atas keterangan Pemerintah terhadap kerangka ekonomi macro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) RAPBN tanun anggaran 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani mengatakan parlemen akan tetap membahas Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja

    "DPR juga akan terus melanjutkan pembahasan tentang RUU Cipta Kerja, secara cermat, hati-hati, transparan, terbuka, dan yang terpenting adalah mengutamakan kesinambungan kepentingan nasional," ujar Puan dalam pidato Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR-RI Tahun Sidang 2020 - 2021, Jumat, 14 Agustus 2020.

    Puan Maharani mengatakan kepentingan nasional yang ia maksud, tak hanya untuk saat ini. Tapi juga untuk masa yang akan datang. Ia meyakini RUU ini dapat dibuat dengan seimbang dan dapat menguntungkan seluruh masyarakat Indonesia.

    "Sehingga Undang-Undang yang dihasilkan memiliki legitimasi yg kuat untuk menjaga kepentingan negara RI," ujar Puan.

    Omnibus law Cipta Kerja merupakan salah satu dari RUU yang ada dalam Prolegnas Prioritas DPR. Puan mengatakan DPR berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh pembahasan RUU-RUU tersebut.

    Sebelumnya, DPR telah mengurangi sejumlah RUU di dalam daftar Prolegnas. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, daftar RUU dalam prioritas 2020 menjadi 37 RUU, dengan komposisi 16 RUU dikurangi dari daftar prolegnas prioritas, 3 RUU ditambahkan, serta 2 RUU sebagai pengganti RUU lama yang sudah masuk prioritas tahun 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.